PN Medan Kabulkan Gugatan Lapmer Jadi Cagar Budaya

Rabu, 14 Juli 2021 22:41
digtara.com/mag-01
Suasana Pengadilan Negeri Medan.

digtara.com – Pengadilan Negeri (PN) Medan mengabulkan permohonan gugatan Koalisi Masyarakat Sipil Medan-Sumatera Utara (KMS M-SU) yang meminta agar Lapangan Merdeka (Lapmer) ditetapkan sebagai cagar budaya. PN Medan Kabulkan Gugatan Lapmer Jadi Cagar Budaya

Namun, dalam amar putusan hakim tunggal Dominggus Silaban, menyatakan hanya mengabulkan gugatan para penggugat sebagian saja.

“Menyatakan tindakan tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum (onrechtmatige overheidsdaad). Memerintahkan tergugat untuk menerbitkan penetapan tanah Lapang Merdeka Medan sebagai cagar budaya melalui, peraturan Walikota Medan yang menetapkan secara tegas tanah Lapangan Merdeka Medan, sebagai cagar budaya,” tulis isi putusan, Rabu (14/7/2021).

Sedangkan untuk gugatan yang lainnya, hakim Dominggus menolak, dan menghukum tergugat untuk membayar ongkos perkara yang diperhitungkan sebesar Rp.1.610.000.

Menanggapi putusan itu, Direktur Lembaga Hukum Humaniora Redyanto Sidi, mengatakan berdasarkan putusan tersebut maka Walikota Medan selaku tergugat terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum akibat tidak menetapkan tanah Lapang Merdeka Medan sebagai cagar budaya.

Sebagai pemimpin di Kota Medan, lanjut Redyanto, Walikota sudah seharusnya menjadi contoh bagi warganya untuk mentaati hukum dengan menjalankan isi putusan ini yakni menetapkan secara tegas tanah Lapang Merdeka Medan sebagai cagar budaya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat baik secara perorangan/pribadi maupun lembaga/komunitas/kelompok, insan pers, akademisi, dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah mendukung upaya memerdekakan tanah Lapangan Merdeka Medan untuk ditetapkan sebagai cagar budaya,” tandasnya. [mag-01/ya]

PN Medan Kabulkan Gugatan Lapmer Jadi Cagar Budaya

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Berita Terkait