Perobek Kitab Suci Al-Qur’an Divonis Tiga Tahun Penjara

  • Whatsapp
Perobek Kitab Suci Al-Qur'an Divonis Tiga Tahun Penjara
Ketua Majelis Hakim PN Medan, Tengku Oyong SH MH di Ruang Cakra VII PN Medan, Selasa (4/8/2020). (Istimewa)

digtara.com – Terdakwa perobek dan pembuang lembaran kitab suci Al-Qur’an, Doni Irawan Malay, dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan. Perobek Kitab Suci Al-Qur’an Divonis Tiga Tahun Penjara

Vonis terhadap Dony, dibacakan dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Medan, Tengku Oyong SH MH di Ruang Cakra VII PN Medan, Selasa (4/8/2020).

Persidangan hanya dihadiri hakim dan jaksa penuntut umum. Sementara terdakwa mengikuti persidangan secara daring (online) lewat telekonfrensi video dari rumah tahanan (rutan) Tanjung Gusta Medan.

Muat Lebih

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melanggar pasal 156 huruf a KUHPidana.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Doni Irawan Malay dengan hukuman tiga tahun penjara,” sebut Tengku Oyong.

Baca: Dituding Penistaan Al Qur’an, Blogger Ini Dituntut 4 Bulan Penjara

Sependapat

Majelis hakim sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Nur Ainun, bahwa terdakwa Doni yang merupakan warga Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan ini terbukti telah melakukan penistaan agama.

“Yakni dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia yakni agama Islam,” lanjutya.

Baca: Coba Selundupkan Sabu di Kotak Sabun, Istri Susul Suami Ke Penjara

Dalam nota putusan majelis hakim, hal yang memberatkan terdakwa karena telah melakukan penistaan agama dengan merobek dan menebarkan Al-Quran.

“Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan,” tutur Tengku Oyong.

Baca: Tertangkap Usai Mencuri Gas Melon, Mali Dijebloskan ke Penjara

Putusan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan JPU Nur Ainun yang sebelumnya menuntut terdakwa Doni Irawan Malay dengan hukuman 4 tahun penjara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan