Penyidik KPK Peras Wali Kota Tanjungbalai, ICW: Internal KPK Bobrok

  • Whatsapp
penyidik KPK
Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menilai pengelolaan internal KPK sudah bobrok (int/digtara)

digtara.com – Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai pengelolaan internal KPK sudah bobrok. Pernyataan itu disebutkan terkait penangkapan terhadap penyidik KPK yang memeras wali kota Tanjungbalai HM Syahrial.

AKP SR merupakan penyidik yang menangani kasus dugaan suap terkait lelang atau mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara Tahun 2019. Ia diduga meminta uang sebesar Rp 1,5 miliar kepada Wali Kota Tanjungbalai H M Syahrial dengan janji akan menghentikan kasusnya.

Kurnia menilai, adanya peristiwa pemerasan itu membuat publik sangat meragukan KPK. Sebab, menurut dia, setiap ada pemberitaan terkait lembaga anti rasuah itu selalu saja diwarnai dengan problematika di internalnya sendiri.

Muat Lebih

“Mulai dari pencurian barang bukti, gagal menggeledah, enggan meringkus buronan Harun Masiku, hilangnya nama politisi dalam surat dakwaan sampai terakhir adanya dugaan pemerasan kepada kepala daerah,” ucap Kurnia dalam siaran persnya yang disiarkan sejumlah media, Rabu kemarin.

ICW menilai bobroknya pengelolaan internal KPK akibat regulasi terbaru dan pengelolaan internal kelembagaan itu oleh para komisioner KPK.

Menurut ICW, sejak Firli Bahuri dilantik sebagai Ketua KPK, anggapan publik atas kinerja KPK selalu bernada negatif. Kurnia menyebut, dalam catatan ICW sepanjang tahun 2020, setidaknya ada enam lembaga survei yang mengonfirmasi hal tersebut.

“Tentu ini menjadi hal baru, sebab, sebelumnya KPK selalu mendapatkan kepercayaan publik yang relatif tinggi,” kata Kurnia.

“Lagi-lagi, kekeliruan dalam kepemimpinan KPK ini akibat buah atas kekeliruan Presiden kala menyeleksi komisioner pada tahun 2019 lalu,” ucap dia.

Jerat Hukuman Berat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar