Pemuda Pejuang Bravo Lima Sampaikan Klarifikasi soal Pemukulan Justin Frederick

Minggu, 05 Juni 2022 21:00
suara.com
Justin Federick menunjullan wajah bonyok usai dipukuli

digtara.com – Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Pejuang Bravo Lima memberikan klarifikasi terkait insiden pemukulan terhadap Justin Frederick yang melibatkan anggotanya.

Peristiwa itu heboh setelah video pemukulan di kawasan Tol Dalam Kota, Gatot Subroto, Jakarta tersebar di media sosial sejak Sabtu (4/5/2022).

Sekretaris Pemuda Pejuang Bravo Lima, Ahmad Zazali dalam pernyataannya menjelaskan insiden yang melibatkan Ali Fanser Marasabessy itu berawal dari provokasi yang dilakukan Justin Frederick.

“Bahwa dalam peristiwa tersebut AFM menjadi korban pemukulan yang dilakukan JF, hal itu menjadi pemicu perkelahian antara JF dengan FM. Bahkan telah berusaha melerai perkelahian tersebut,” kata Ahmad Zazali dikutip dari Antara, Minggu (5/6/2022).

Zazali menambahkan bahwa Justin terlebih dahulu mengacungkan jari tengah ketika mobilnya didahului oleh kendaraan Ali Fanser yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Pejuang Bravo Lima.

“Lalu kendaran yang ditumpangi AFM menghentikan JF untuk menanyakan maksud JF mengacungkan jari tengah tadi. JF dengan nada tinggi terlihat marah serta menantang, lalu memukul AFM terlebih dahulu,” ujar Zazali.

Melihat Ali Fanser diperlakukan demikian, rekan semobil berinisial FM kemudian spontan melakukan pembelaan sehingga terjadi perkelahian seperti yang terekam dalam video.

“Bahwa menurut AFM perkelahian tersebut terjadi secara spontan dan tidak ada motif apapun, karena antara AFM dan JF tidak saling kenal sebelumnya,” tutur Zazali.

Lebih lanjut, dia mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara tersebut secara mandiri dan independen tanpa campur tangan apapun.

“Bahwa dengan mempertimbangkan kejadian tersebut, dan sebagai wujud dukungan Pemuda Pejuang Bravo Lima terhadap upaya membumikan Pancasila melalui penyelesaian sengketa keadilan restoratif (restorative justice), maka kami berharap pendekatan dikedepankan untuk kasus ini,” kata Zazali.

Berita Terkait