Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI Rp1,7 T Berhasil Ditangkap

  • Whatsapp
Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI Rp1,7 T Berhasil Ditangkap

digtara.comMaria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas BNI Cabang Kebayoran Baru lewat letter of credit fiktif senilai Rp 1,7 triliun. Maria Pauline Lumowa berhasil diekstradisi dari Republik Serbia berkat kerjasama pemerintah RI dengan pemerintah Serbia. Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI

Berdasarkan catatan Kemenkumham, kasus pembobolan terjadi pada Oktober 2002. Bank BNI saat itu mengucurkan pinjaman senilai US$136 juta dan 56 juta euro atau setara Rp1,7 triliun kepada PT Gramarindo Group, perusahaan milik Maria.

Kecurigaan dimulai saat BNI tetap menyetujui jaminan surat kredit (L/C) dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp. Padahal nama-nama itu tak masuk dalam daftar bank korespondensi Bank BNI.

Muat Lebih

BNI mulai curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group akhirnya melakukan penyelidikan pada Juni 2003. Mereka menemukan fakta bahwa perusahaan itu tak pernah melakukan ekspor.

BNI pun langsung melaporkan dugaan surat kredit fiktif ke Mabes Polri. Pada Oktober 2003, kepolisian menetapkan Maria sebagai tersangka. Sayangnya, Maria telah lebih dulu hengkang dari Indonesia ke Singapura sebulan sebelumnya.

Maria Jadi Warga Negara Belanda

Pada 2009, Maria diketahui berada di Belanda. Ia juga sering bolak-balik ke Singapura. Kemenkumham mengklaim telah beberapa kali mengajukan ekstradisi ke Pemerintah Belanda pada 2010 dan 2014.

Pemerintah Belanda menolak dua kali permintaan ekstradisi karena Maria telah menjadi warga negara Belanda. Mereka pun malah memberi opsi untuk menyidang Maria di Belanda.

Baca: Polisi Ringkus 3 Sekawan Pembobol ATM di Labura

Namun kesempatan Indonesia memboyong Maria terbuka saat NCB Interpol Serbia beraksi. Mereka meringkus Maria di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, 16 Juli 2019.

“Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi,” kata Menkumham Yasonna Laoly dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020). [CNBC]

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

Maria Pauline Lumowa Pembobol BNI Rp1,7 T Berhasil Ditangkap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan