Laporkan Pengirim Kabar Hoax ke Group WA Emak-emak Pengajian, Bunda Indah Pilih Restorative Justice

Rabu, 06 April 2022 14:30
ist
Laporkan Pengirim Kabar Hoax ke Group WA Emak-emak Pengajian, Bunda Indah Pilih Restorative Justice

digtara.com РDitreskrimsus Polda Sumatera Utara menghentikan kasus UU ITE yang menjerat seorang emak-emak yang diduga mencemarkan nama Bunda Indah. Kabar Hoax Group WA 

Bunda Indah dikenal sebagai tokoh perempuan nasional yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Rumah Komunikasi Lintas Agama (DPP RKLA) di Sumut, dia pun dikenal sebagai Ketua Majlis Taklim Halimah.

Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak mengatakan antara Indah dan Maini, sebagai terlapor sudah berdamai.

Indah, selaku pihak yang dirugikan tidak melanjutkan perkara dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik ke ranah hukum.

Baca: Bawa Keluarga ke Polda Sumut, Pria Yang Berseteru dengan Anak Bupati Labusel Harap Laporannya Ditanggapi

“Hari ini saya datang untuk melihat bahwa kedua belah pihak, terlebih khusus korban sudah dengan rela hati mau memaafkan apa yang dilakukan dan apa yang terjadi terkait dengan berita, isi dan tanggapan WhatsApp grup yang bersifat fitnah dan penyampaian kabar bohong,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).

Panca menuturkan, kasus dugaan pencemaran nama baik ini berawal dari grup WhatsApp pengajian emak-emak.

Maini diduga menyusup ke salah satu grup dan menyebarkan kabar bohong soal Indah.

Kapolda pun berpesan agar emak-emak berpikir dahulu sebelum memberikan komentar negatif yang belum tentu kebenarannya di medsos.

“Karena terkadang kita lebih cepat menggunakan jari daripada berpikir, itu padahal mengakibatkan kerugian bagi orang lain.”

Sementara itu, wanita yang dikenal bunda Indah menerangkan kasus bermula ketika Maini diduga sengaja menyusup ke grup WhatsApp majelis taklimnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait