Lagi Enak-enak Pesta Sabu di Gubuk, Pria Ini Diseret ke Sel

Kamis, 13 Desember 2018 17:22

MEDAN – Personel Kodim 0201/BS menggerebek sebuah gubuk yang kerap digunakan sebagai lokasi pesta narkoba di kawasan Jalan Bunga Raya, Lingkungan 5 Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (12/12/2018) petang kemarin. Hasilnya, lima orang diamankan.

Kelima orang yang diamankan masing-masing berinisial AR alias Wak Geng ,33, ZA alias Zulfan ,42, Han ,30, WS,38, dan AA ,29. Kelimanya merupakan warga disekitar lokasi.

Dandim 0201/BS Medan Kolonel Yuda Rismansyah melalui Pasi Intel Mayor Czi Andri Prasetyo Wibowo mengungkapkan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat setempat yang resah dengan aktivitas peredaran narkoba tersebut. Dari informasi itu, personel selanjutnya melakukan penyelidikan dan turun ke lapangan menggerebek lokasi.

“Informasi masyarakat ternyata benar terjadi transaksi narkoba secara terang-terangan. Bahkan, di gubuk itu dijadikan tempat mengkonsumsi,” ungkap Mayor Czi Andri didampingi Dantim Ilegal, IC Sitompul dalam keterangan pers di kantornya, Kamis (13/12/2018).

Disebutkan Andri, dari penggerebekan tersebut disita lima paket sabu siap pakai beserta alat hisapnya dan uang tunai ratusan ribu rupiah. Selain itu, satu paket ganja kering, satu unit sepeda motor bodong dan barang bukti lainnya.

“Kelima orang yang diamankan sudah dilakukan tes urine dan hasilnya positif pengguna narkoba. Mereka kemudian kita serahkan ke Polrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Andri.

Ia membeberkan, dari hasil introgasi para pelaku dan warga setempat bahwasanya yang diamankan ini mengaku bernaung di bawah Batalion Kavaleri. “Apa yang dilakukan mereka jelas merusak citra TNI, padahal kami terang-terangan memerangi narkoba,” bebernya.

Andri menuturkan, saat penggerebekan pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap personel hingga terluka. Lebih dari itu, pelaku juga mengancam pemilik gubuk, warga, kepala lingkungan (kepling) dan aparatur pemerintahan setempat.

“Warga yang punya gubuk dan istriya dianiaya hingga giginya patah. Namun, warga tidak berani melaporkan kepada polisi karena takut lantaran diancam,” tandasnya.

Berita Terkait