Tamin Sukardi Meninggal Dunia di RS Royal Prima

  • Whatsapp
Taman Sukardi Meninggal Dunia di RS Royal Prima
Terpidana Kasus Korupsi, Tamin Sukardi. (Internet)

digtara.com – Tamin Sukardi, terpidana kasus suap terhadap Hakim Merry Purba, meninggal dunia di RS Royal Prima pagi tadi. Pengusaha yang sebelumnya menjadi warga binaan di Lapas Tanjung Gusta Medan itu, meninggal dunia dalam status terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabar meninggalnya Tamin disampaikan oleh Petugas Registrasi di Lapas Klas I-Tanjung Gusta Medan, Yoseph kepada digtara.com, Sabtu (24/10/2020).

“Iya napi Tipikor atas nama Tamin Sukardi tadi pagi meninggal di RS Royal Prima. Untuk pastinya jam berapa dan penyebabnya saya kurang tahu. Tapi beliau sudah di RS sekitar semingguan atau hampir dua Minggu di sana,” terangnya.

Muat Lebih

Kabar meninggalnya Tamin juga dibenarkan Victor Sidauruk, Dokter di Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan. Ia menyatakan Tamin Sukardi meninggal dunia setelah dirujuk ke rumah sakit sejak beberapa Minggu yang lalu.

Kepala Seksi Perawatan pada Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Dakmenda, mengatakan Tamin Sukardi mengidap Covid-19 sejak 11 Oktober 2020.

BACA JUGA: Polda Sumut Tetapkan Tersangka Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan di UINSU

“Dia terkonfirmasi Covid-19 sejak 11 Oktober 2020 di rumah sakit Bandung. Sehingga dirujuk ke rumah sakit Royal Prima. Dari awal dia masuk, hingga dia meninggal hari ini, masih dirawat di Royal Prima,” kata Dakemenda dilansir Tribunnews.

Dakmenda mengatakan Tamin Sukardi memang memiliki riwayat sejumlah penyakit. Itu mengakibatkan kondisi tubuhnya rentan serangan Covid-19.

“Usianyakan udah tua. Dia memiliki sakit bawaan, sehingga rentan terpaparnya Covid-19,” ujarnya.

Namun saat juru bicara Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Medan, Mardohar Tambunan mengaku belum mengetahui kabar meninggalnya Tamin Sukardi.

“Iya saya baru tahu. Udah mungkin tapi tidak disebut status karena kitakan berdasarkan KTP. Ini nanti akan dicari tahu,” katanya.

 

KASUS SUAP

Untuk diketahui, Tamin Sukardi adalah seorang pengusaha terkenal di Medan. Dia kemudian terjerat kasus korupsi dan divonis 6 tahun penjara dan densa Rp300 juta oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Putusan terhadap Tamin dibacakan pada Kamis, 4 April 2019 lalu.

Dalam kasus itu, Tamin terbukti bersama-sama dengan Hadi Setiawan alias Erik menyuap hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan Merry Purba, sebesar 150.000 dollar Singapura. Penyerahan uang kepada Merry diberikan melalui panitera pengganti pada Pengadilan Tipikor Medan, Helpandi.

BACA JUGA: Hakim Merry Purba Dituntut Hukuman 9 Tahun Penjara

Selain kepada Merry, Tamin juga berencana memberikan uang 130.000 dollar Singapura kepada hakim Sontan Merauke Sinaga. Pemberian uang tersebut untuk memengaruhi putusan hakim dalam perkara korupsi yang sedang ditangani Merry dan Sontan.

Perkara tersebut yakni dugaan korupsi terkait pengalihan tanah negara atau milik PTPN II Tanjung Morawa di Pasar IV Desa Helvetia, di Deli Serdang, Sumatera Utara.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan