Korban Pencabulan Kecewa, Mantan Ketua DPRD TTS Hanya Divonis 8 Bulan Penjara

Jumat, 10 September 2021 09:10
ist
Mantan ketua DPRD TTS mengikuti sidang virtual

digtara.com – Kasus pencabulan alias asusila yang menjerat Jean Neonufa, mantan ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT sudah berujung vonis. Namun korban menilai hukuman yang dijatuhkan masih terlalu ringan.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri SoE, TTS menjatuhi hukuman 8 bulan penjara terhadap Jean Neonufa yang kini masih tercatat sebagai anggota DPRD TTS.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten TTS yang berurusan dengan polisi sejak awal bulan Mei 2021 ini sebelumya di ltuntut JPU Kejari SoE 10 bulan penjara.

Sidang putusan ini digelar pada Kamis (9/9/2021) dipimpin majelis hakim Ketua Jhon Michel Leowol, SH MH didampingi hakim anggota masing-masing Anwar Rony Fauzi, SH MH dan Bagas Sarata, SH MH di ruang sidang utama Pengadilan Negeri SoE. Majelis hakim secara bergantian membacakan perkara nomor 38 tersebut.

Terdakwa Jean Nenufa mengikuti sidang pembacaan putusan secara virtual. Dalam pembacaan putusan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 281 KUHP tentang kesusilaan.

mantan ketua DPRD TTS
Suasana persidangan mantan ketua DPRD TTS. (Foto:istimewa)

“Atas perbuatan terdakwa, korban Deby Soru (korban) merasa trauma atas kejadian pelecehan yang dialaminya,” tandas majelis hakim.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah perbuatan terdakwa mengakibatkan korban mengalami trauma dan terdakwa sebagai wakil rakyat seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Sementara itu hal yang meringankan terdakwa adalah terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan belum pernah dihukum.

“Dengan demikian Pengadilan akhirnya menjatuhkan putusan 8 bulan penjara dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan dan membayar biaya perkara Rp 5.000,” ungkap Majelis Hakim.

Korban kecewa

Laman: 1 2 3

Berita Terkait