Korban Jambret Ngamuk di Persidangan, Minta Uangnya Rp 3 Juta Dikembalikan

Selasa, 11 Januari 2022 20:16
digtara.com/mag-04
Korban saat mengamuk di persidangan.

digtara.com – Marintan Hasibuan, korban jambret mengamuk dalam persidangan karena tidak terima barang bukti yang dibawa Jaksa Penuntut umum hanya Rp 150 ribu. Korban Jambret Ngamuk Persidangan

Saat diwawancarai digtara.com, Marintan Hasibuan mengatakan, dia telah dijambret di jalan Jati II, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota. Tepatnya di depan Gereja HKI Teladan, Sabtu tanggal 10 Juli 2021.

Usai dijambret ia langsung melaporkan peristiwa terseut ke Polsek Medan Kota untuk ditangani lebih lanjut. Polisi pun telah berhasil menangkap pelaku dan sejumlah barang bukti.

Baca: Ini Identitas Pelaku Penjambretan Ibu-ibu di Medan, Ternyata Mantan…

Namun saat dalam persidangan ia tidak terima lantaran barang bukti yang ditampilkan oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) hanya ratusan ribu. Hal itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.

“Uang saya yang hilang itu tiga juta rupiah kenapa ini cuman 150 ribu barang buktinya, ” katanya dengan kecewa Selasa (11/1/2022).

Baca: Terekam CCTV, Emak-emak di Medan Tersungkur ke Aspal Saat Dijambret

Padahal dikatakan Marintan pada saat penangkapan terdakwa jambret tersebut barang bukti sama sekali tidak ada. Namun saat persidangan kenapa ada barang bukti berupa uang Rp 150 ribu

“Saat pelaku ketangkap uang dua ribu di dompet aja gak nampak saya. Ini kenapa di dalam persidangan ada yang (Rp) 150 ribu,” katanya dengan penuh curiga.

Laman: 1 2

Berita Terkait