Konglomerat Medan Mujianto Ditahan di Rutan Tanjunggusta, Ini Kasusnya

Rabu, 20 Juli 2022 21:23
ist
Konglomerat Medan Mujianto Ditahan di Rutan Tanjunggusta, Ini Kasusnya

digtara.com – Kejati Sumut menahan Mujianto atas dugaan kasus kredit macet di salah satu bank plat merah di Medan. Sosok yang selama ini dikenal sebagai konglomerat Kota Medan itu ditahan di Rutan Tanjunggusta Medan sejak Rabu (20/7/2022).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumut Idianto melalui Kasi Penkum Yos A Tarigan sore tadi membenarkan soal penahanan terhadap Mujianto selaku Direktur PT Agung Cemara Realty (ACR).

Mujianto beberapa pekan sebelumnya telah ditetapkan tersangka dan kemudian ditahan dalam perkara korupsi berbau kredit macet yang menyebabkan kerugian negara senilai Rp39,5 miliar.

Lebih lanjut Yos menyampaikan, tim penyidik telah menemukan dua alat bukti terhadap tersangka yang punya keterkaitan dalam kasus dugaan korupsi dimaksud.

Kronologisnya bahwa pada tahun 2011 tersangka Mujianto melakukan pengikatan perjanjian jual beli tanah kepada Canakya Suman selaku Direktur PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) seluas 13.680 M2 yang terletak di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Perumahan Takapuna Residence

Seiring waktu berjalan, lanjut Yos, PT KAYA dengan Direkturnya Cankaya Suman mengajukan kredit Modal Kerja Kredit Konstruksi Kredit Yasa Griya di bank plat merah dengan plafon Rp39,5 miliar guna pengembangan perumahan Takapuna Residence di Jalan Kapten Sumarsono.

Namun hal itu berujung pada kredit macet serta diduga terdapat peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Kemudian, kata mantan Kasi Pidsus Deliserdang tersebut, diduga dalam proses pencairan kreditnya tidak sesuai dengan proses dan aturan yang berlaku dalam penyetujuan kredit di perbankan.

“Akibatnya ditemukan peristiwa pidana yang mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp39,5 miliar,” imbuhnya.

Tersangka Mujianto pun dijerat dengan pidana Pasal 2 subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 56 ke-2 KUHPidana jo Pasal 5 ke-1 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Tersangka ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan 20 hari ke depan sejak Rabu (20/7/2022),” tandasnya.

Berita Terkait