Komnas Perempuan Soroti Kasus Istri Bunuh Selingkuhan Suami

Rabu, 18 Mei 2022 22:19
NU, istri yang nekat bunuh selingkuhan suaminya

digtara.com – Komnas Perempuan soroti kasus istri bunuh selingkuhan. Mereka menyebut kasus pembunuhan yang diduga dilakukan NU (36) terhadap gadis 26 tahun berinisial DN, harus dilihat secara utuh.

Motif pembunuhan tersebut diduga karena cinta segitiga atau perselingkuhan.

Suami NU, yang berinisial IDG diduga menjalin asmara dengan DN yang memicu terjadinya kecemburuan dari tersangka.

Lantaran itu, Komisioner Komnas Perempuan Theresia Iswarini meminta polisi harus melihat kasus tersebut secara utuh, dengan melihat sebab akibatnya. Meski ditegaskan, pembunuhan atau kekerasan untuk menyelesaikan masalah tidak dapat dibenarkan.

“Penting bagi aparat penegak hukum untuk menggali dan memahami faktor-faktor terjadinya pembunuhan, termasuk bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh perempuan berhadapan dengan hukum (dalam hal ini NU),” kata Rini sapaan akrab Theresia Iswarini kepada Suara.com, Rabu (18/5/2022).

Selain itu, kata Rini, konstruksi sosial yang membangun nilai bahwa perempuan lain sebagai kompetitor, tanpa menilai akar masalahnya pada lelaki (suami NU) juga penting dipertimbangkan, guna memahami situasi DN sebagai perempuan berhadapan dengan hukum (PBH).

Dalam kasus ini, meski berstatus sebagai tersangka pembunuhan, NU juga menjadi terduga korban perselingkuhan suaminya, IDG. Komnas Perempuan sendiri menggolongkan perselingkuhan sebagai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) secara psikis.

“Komnas Perempuan mencatat jenis KDRT-KTI (kekerasan terhadap istri) paling dominan adalah kekerasan psikis berupa perselingkuhan, pengancaman, dan kekerasan verbal,” ujar Rini.

Oleh karenanya, NU yang saat ini sedang berhadapan dengan hukum harus mendapatkan pendampingan hukum dari advokat yang memahami isu gender.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait