Kejari Padangsidimpuan Tahan Kepala Puskesmas Sadabuan

Rabu, 09 Juni 2021 14:55
istimewa
Kejari Padangsidimpuan Tahan Kepala Puskesmas Sadabuan.

digtara.com – Kepala UPTD Puskesmas Sadabuan inisial, FSH resmi ditahan Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan atas kasus Dana BOK Puskesmas. Kejari Padangsidimpuan Tahan Kepala Puskesmas Sadabuan

Mengenakan rompi merah didampingi pengacaranya tersangka diboyong ke Lapas Klas IIB Padangsidimpuan, Rabu (9/6/2021). Sebelumnya Kejari Padangsidimpuan juga telah menahan inisial SM atas kasus yang sama pada Kamis (3/6/2021).

“Penahanan kita lakukan kepada yang bersangkutan terkait tindak lanjut penahanan tersangka (sebelumnya) SM, sebagai pengelola dana bantuan operasional kesehatan (BOK),” ujar Kajari Padangsidimpuan, Hendri Silitonga didampingi Kasi Pidsus, Yuni Hariaman dan Kasi Intel, Sonang Simanjuntak, Rabu (9/6/2021).

FSH dan SM, kata Hendri, ditahan atas dugaan kasus korupsi dana BOK di UPTD Puskesmas Sadabuan. Penahanan FSH, berdasarkan alasan subjektif dari penyidik. Sebab dikuatirkan, FSH melarikan diri, menghilangkan barang bukti, ataupun mengulangi perbuatannya.

Kajari menambahkan pihaknya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BOK itu akan melakukan pengembangan dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

Kajari menyebut tidak tertutup kemungkinan fakta-fakta baru di dalam proses persidangan nanti akan menjadi bahan pengembangan penyidik untuk mencari pelaku lain dari kasus Ini.

“Karena ini masih penahanan pertama, maka penahanan (FSH) berlaku selama 20 hari (ke depan), terhitung hari ini,” ujar Kajari.

Sebelumnya, Kamis (3/6/2021), Kasi Pidsus telah menerangkan bahwa perkara itu berawal dari adanya penerimaan dana sebesar Rp 690 juta di UPTD Puskesmas Sadabuan yang bersumber dari anggaran Dinas Kesehatan Padangsidimpuan tahun 2020. Dari anggaran itu, ada kegiatan belanja perjalanan dinas daerah sebesar Rp 146 juta.

Laman: 1 2

Berita Terkait