Kasus Tambang Emas Ilegal di Madina Yang Tewaskan 12 Orang Emak-emak, Polda Sumut Tetapkan 2 Tersangka

Senin, 09 Mei 2022 15:50
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi. (foto:rezky)

digtara.com РPolda Sumatera Utara (Sumut) melalui Ditreskrimum sudah mentapkan dua orang tersangka terkait tewasnya 12 orang emak-emak saat menambang emas ilegal. Tambang Emas Ilegal Madina 

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Senin (9/5/2022).

Hadi mengatakan dari hasil penyelidikan penyidik Ditreskrimum Polda Sumut, sudah menetapkan dua tersangka yaitu JP dan AP.

“Kita sudah memeriksa pemilik lahan, kemudian penampung, kepala desa, dinas terkait yang ada di Pemda, dan menyimpulkan bahwa tambang emas itu adalah ilegal,” ucapnya kepada wartawan.

Baca: Tersangka Kasus Penjualan Orangutan Diisukan Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Polda Sumut

Hadi menambahkan, adapun dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka berperan sebagai pemodal dan pengepul.

“Yang pertama itu adalah pemodal, pemilik alat dan pemilik lahan inisal JP, kemudian yang satu lagi tersangkanya adalah sebagai pengepul atau penerima dimana para penambang ini setiap tiga atau dua hari mereka mengumpulkan hasil tambang kemudian dijual Kepada pengepul inisial AP,” ucapnya lagi.

Saat ini kedua tersangka masih dilakukan pemeriksaan tambahan di Polres Madina.

Keduanya dikenakan Pasal 161 UU 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU nomor 4 tahun 2002 tentang pertambangan mineral dan batu bara Jo Pasal 38 Subs pasal 39 UU RI Nomor 11 tahun 2020 tentang cipta Kerja.

Sebelumnya peristiwa tragis terjadi di Desa Bandar Limabung, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Dimana sebanyak 12 orang tertimbun tanah tebing saat mencari butiran emas, Kamis (28/4/2022).

Laman: 1 2 3

Berita Terkait