Kasus Pelecehan Santri, IPW Dukung Polda Jatim Tegakkan Hukum

Kamis, 07 Juli 2022 20:38
ist
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso

digtara.com – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Polda Jawa Timur di bawah pimpinan Kapolda Irjen Pol Nico Afinta dalam menegakkan hukum kasus dugaan pencabulan oleh anak kiai di Pesantren, kawasan Jombang.

Diketahui, penangkapan terhadap tersangka dugaan kasus pencabulan santriwati yang menjerat anak kiai di Jombang, MSA oleh Polda Jatim mengalami kendala.

Namun, pihak kepolisian sempat menangkap tiga orang anak buah tersangka. Kalau ketiga orang yang tertangkap ini terbukti membantu lolosnya tersangka maka patut dikenakan Pasal 216 KUHP yatiu menghalang halangi penyidikan.

Kejadian itu, terekam dalam video di media sosial, di jembatan ploso Jombang dipenuhi polisi. Penjagaan tersebut merupakan upaya kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap MSA.

Bahkan informasinya, sempat terjadi aksi kejar terhadap salah satu rombongan yang diduga di dalamnya terdapat tersangka. Dilaporkan, tiga orang diamankan pihak kepolisian dan langsung dibawa ke Polda Jatim untuk dimintai keterangannya. Sedang tersangka MSA lolos dari penangkapan.

Dengan kegagalan ini, IPW menyatakan mendukung Polda Jatim menegakkan hukum terhadap Tersangka MSA dam harus diusung tagar #polisijangankalah guna menangkap tersangka pencabulan santriwati yang ditetapkan sejak 2019.

“Hal ini, untuk mengingatkan aparat penegak hukum tidak perlu takut dan gentar menghadapi tantangan dalam tugasnya karena rakyat pencinta keadilan berada di belakang Polisi,” ujar Sugeng Teguh Santoso Ketua Indonesia Police Watch dan Data Wardhana Sekjen Indonesia Police Watch, dalam siaran perannya diterima digtara.com, Kamis (7/7/2022).

Oleh karena itu, lanjut Teguh, Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Polda Jawa Timur dibawah pimpinan Kapolda Irjen Pol. Nico Afinta dalam menegakkan hukum kasus dugaan pencabulan tersebut dan memproses pihak-pihak yang menghalang-halangi tindakan hukum yang dilakukan kepolisian.

Polda Jawa Timur harus tegas mengerahkan segala daya dan upaya dengan kekuatan personilnya untuk membekuk tersangka yang telah jelas-jelas mengangkangi hukum. Lolosnya penangkapan tersangka MSA menjadi pembelajaran berharga.

Segala daya upaya harus dikerahkan oleh Polisi supaya jangan sampai masyarakat menilai bahwa, kepolisian tunduk pada tekanan massa yang tidak sesuai dengan hukum. Dalam proses hukum ini upaya paksa penangkapan terhadap tersangka MSA cepat atau lambat harus dilakukan.

Sebab, proses hukum sudah jelas, polisi tinggal menangkap dan membawa tersangka ke kejaksaan. Sehingga, kalau hal ini berlarut-larut akan menurunkan citra Polri di masyarakat.

Laman: 1 2

Berita Terkait