Kasus Dugaan Suap DPRD Padangsidimpuan Disorot KPK

  • Whatsapp
Kasus Dugaan Suap DPRD Padangsidimpuan Disorot KPK
Gedung KPK. (internet)

digtara.com – Kasus dugaan penyupan menerima uang sidang atau ketok palu pasca sidang Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2021 yang disahkan bulan disahkan bulan November 2020 DPRD Padangsidimpuan disorot Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Kasus Dugaan Suap DPRD Padangsidimpuan Disorot KPK

Meski belum ada pelaporan dari temuan dugaan kasus penyuapan itu, KPK meminta agar dapat ditangani aparat penegak hukum tingkat wilayah. “Bisa ditindaklanjuti aparat penegak hukum di wilayah. Tidak harus KPK, aparat penegak hukum setempat apakah Jaksa atau Polisi bisa tindak lanjuti lakukan lidik. Biasanya koordinasi dengan aparat penegak hukum lewat korsup KPK oleh undang-undang,” terang Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar dalam pesan WhatsApp, Senin (19/4/2021).

Dia menyebutkan dalam kasus seperti itu, biasanya koordinasi dengan aparat penegak hukum lewat korsup KPK oleh undang-undanghanya bisa lakukan lidik atau tangani perkara.

Muat Lebih

“Jika ada penyelenggara negaranya, kerugian tidak dibawah Rp 1 miliar dan menyebabkan timbul kerugian keuangan negara,” jelas wanita kelahiran Kota Medan.

Sementara itu, Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Juliani Prihatini mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait adanya temuan dugaan penyuapan uang sidang atau ketok yang ditayangkan media digtara.com.

“Kita akan melakukan penyelidikan terhadap pemberitaan tersebut,” ujarnya. Baca: Heboh, ‘Uang Ketok’ Anggota DPRD Padangsidimpuan Beredar di Grup WhatsApp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

5 Komentar