Jenazah Balita di Rote Ndao yang Dibunuh Ibu Kandung Diautopsi

Rabu, 27 Juli 2022 19:51
ist
Proses autopsi ulang jenazah Balita yang diduga tewas dibunuh ibunya

Ditahan di Sel Polres Rote

Pihak Polres Rote Ndao menahan Rince (42), tersangka pembunuhan anak kandung.

Ia menghuni sel Polres Rote Ndao untuk 20 hari ke depan sejak Rabu (20/7/2022) hingga 8 Agustus 2022.
Rince ditetapkan sebagai tersangka sesuai surat no SP-TAP/17/VII/2022/Reskrim.

Penahanan Rince ditetapkan dengan SP-HAN/17/VII/RES.1.7/2022/Reskrim sesuai laporan polisi nomor LP/B/04/VII/2022/SPKT/Sek Rote Barat/Res Rote Ndao/Polda NTT, tanggal 18 Juli 2022.

Kapolres Rote Ndao, AKBP I Nyoman Putra Sandita, SIK saat dikonfirmasi sebelumnya memgaku kalau tersangka Rince membunuh anaknya dalam keadaan mabuk akibat konsumsi minuman keras tradisional jenis sopi.

“Pada saat itu, ibu kandung (terduga tersangka) dalam kondisi mengkonsumsi minuman keras (sopi),” ujar Kapolres Rote Ndao.
Kapolres menyebutkan kalau Rince membunuh korban karena merasa kesal dengan perbuatan anaknya (korban).

Saat itu (korban) menumpahkan gula saat membuat teh.

“Tersangka kesal karena korban menumpahkan gula saat membuat teh dan tersangka dalam keadaan mabuk minuman keras,” tambah Kapolres Rote Ndao.

Rince pun membekap mulut anaknya hingga meninggal dunia.
Diketahui pula kalau tersangka Rince sudah menjanda selama tiga tahun.

“Suami dari terduga AA sudah meninggal sejak tahun 2019,” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan pasal 338 KUHP.
Pasal tersebut menyebutkan “barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun”.

Kematian Mikel (2), balita yang ditemukan tewas dalam hutan beberapa waktu lalu terkuak.

Korban ditemukan di Meondola, Dusun Inggumurik, Desa Mbueain, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari arah barat rumah korban.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait