Endorse Kosmetik Ilegal – Derma Skin Care, 7 Artis Dipanggil Polda Jatim

(Kolase foto (Kiri) Via Vallen (Tengah) Nia Ramadani Dan (Kanan) Nella Kharisma, Foto Via Instagram.)

Jatim – 7 artis dipanggil Polda Jatim untuk kasus kosmetik oplosan merek Derma Skin care. Tujuh publik figur yang dipanggil Polda Jatim adalah Nella Kharisma dan Via Vallen, NR (Nia Ramadhani), OR, MP, DK dan artis B yang merupakan Disjoki (DJ) . Mereka rencananya akan diperiksa untuk keperluan memebuhi berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Penyidik Dari Polda jatim telah menetapkan pemilik sekaligus pembuat kosmetik oplosan berinisial KIL sebagai tersangka.
Hal ini lantaran kosmetik tersebut beredar tanpa izin edar dari Dinas Kesehatan dan BPOM.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan penyidikan kasus perkara yang ditangani perlu pembuktian.
Penyidikan itu berawal dari banyaknya peminat (Konsumen) yang membeli produk kosmetik oplosan ini. “Memang pemasarannya produk itu ada yang endorse dari tujuh artis terkenal,” ucapnya di Mapolda Jatim, kamis (6/12/2018).
Barung mengatakan pihaknya telah berencana memanggil tujuh selebritis sebagai saksi secara berkala untuk diperiksa terkait kasus produk kosmetik oplosan itu. “Dikutip Tribunjateng.com, sebelumnya, Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Rofik Ripto Himawan menjelaskan tersangka memakai jasa artis setiap satu mingguuntuk memasarkan produk kecantikan ilegal oplosan yang tidak dilengkapi dokumen izin Dinas Kesehatan dan BPOM.
Tarif endorse mulai Rp 7 juta hingga 15 juta,” ungkapnya di Mapolda Jatim, Rabu (5/12/2018).

Muat Lebih

Rofik memaparkan sejumlah artis itu melakukan endorse yaitu berfoto dengan produk kosmetik kecantikan palsu.“Kisaran salary (upah) endorse masing-masing artis berbeda sekitar Rp 15 juta,” bebernya.
“Yang jelas mereka masing-masing artis per minggu dapat salary Rp 7 juta hingga Rp 15 juta, sesuai kontraknya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek klinik kecantikan yang berada di Desa Banaran Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Dari penggelahan itu, Polisi menemukan barang bukti 1.600 produk kosmetik oplosan yang diedarkan secara illegal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan