Eksekutor Disuruh Kopda Muslimin Tembak Istri di Kepala Tapi Tak Tega

Rabu, 27 Juli 2022 19:10
Para tersangka saat dihadirkan dalam paparan di Polres Semarang. (detik)

digtara.com – Komplotan pelaku penembakan istri anggota TNI di Semarang mengaku mendapat order dari Kopda Muslimin untuk menembak kepala korban. Namun ternyata eksekutor malah takut hingga akhirnya menembak bagian perut.

Eksekutor bernama Sugiono (34) alias Babi. Ia menembak Rina Wulandari (34) atas perintah suami
korban Kopda Muslimin.

Hal itu diungkapkan Babi di depan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dan Komandan Kodim (Dandim) 0733 Kota Semarang Letkol Inf Honi Havana saat pencocokan keterangan dengan barang bukti digital yang diperoleh kepolisian.

“Perintah nembak kepala tapi saya tidak mau. Suruh habisin, di kepala. Nggak tega,” ujar Babi di Mapolrestabes Semarang, seperti dilansir detiJateng, Rabu (27/7/2022).

Babi juga mengakui ada order khusus selain menembak bagian kepala korban, yaitu jangan sampai mengenai anak korban. Perintah itu diberikan ketika aksi berlangsung karena Babi menyebut dipandu oleh Kopda Muslimin dan juga tersangka Agus alias Gondrong.

“Jangan sampai kena anaknya pokoknya langsung pas kena kepalanya,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, tersangka Agus alias Gondrong mengatakan pada saat kejadian yaitu Senin (18/7) lalu sebenarnya mereka mau mengambil uang muka atau DP. Tetapi Kopda Muslimin kemudian meminta ada eksekusi.

“Pagi itu sebelum kejadian, kita berangkat, Babi ngomong mau ambil DP. Dekat masjid gede. Entah kenapa setelah di situ rencana berubah, ada eksekusi. Tadinya mau ambil DP. Waktu nongkrong di gapura depan ada acara eksekusi. Yang perintahkan Bang Mus (Kopda Muslimin). Saya pikir DP udah dikasih. Ternyata belum,” ujar Agus.

Berita Terkait