Dugaan Keterangan Palsu di PN Stabat, JPU Kejari Langkat akan Berikan Keterangan

Jumat, 08 Oktober 2021 14:45

digtara.com – Hingga saat ini, laporan terhadap Susilawati atas dugaan pemberian keterangan palsu sebagaimana dalam pasal 242 KUHP, saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, masih dalam penyelidikan Unit Pidum Polres Langkat.

Susilawati diduga memberi keterangan palsu saat menjadi saksi terdakwa Seri Ukur Ginting dan Rasita Br Ginting Cs dengan nomor perkara 405/Pid.B/2021/PN.Stb

Unit Pidum Polres Langkat akan meminta keterangan Rumondang dan Ryo Bataro yang saat itu menjadi JPU dalam persidangan tersebut.

Menyikapi hal ini, Kasi Intel Kejari Langkat, Boy Amali, SH, MH saat dikonfirmasi digtara.com, Jumat (8/10/21) membenarkan kalau JPU Rumondang dan Ryo Bataro telah menerima surat resmi dari Polres Langkat untuk dimintai keterangan terkait laporan Rasita Br Ginting kepada Susilawati yang diduga telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan atau melanggar pasal 242.

“Surat panggilan itu memang ada dan sudah diterima langsung oleh JPU. Jadi pihak Polres Langkat melayangkan surat itu bukan atas Kejari Langkat, namun langsung menyerahkan ke individu,” katanya.

Namun, lanjut Boy, keduanya sedang berhalangan, sehingga belum dapat menghadiri panggilan dari pihak Polres Langkat.

“Mereka lagi ada menangani kasus lain, jadi belum sempat hadir ke Polres Langkat untuk memberikan keterangan,” paparnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait