Dugaan Bocah SD di Binjai Meninggal Akibat Dibully Teman Sekelas, Polisi Sebut Restoratif Justice Dimungkinkan

Sabtu, 11 Juni 2022 14:41
rezky
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi

digtara.com – Peristiwa seorang bocah SD berinisial MIA di Kota Binjai meninggal akibat dugaan bullying oleh teman sekelasnya berbuntut panjang.

Orangtua korban pun sudah melaporkan peristiwa anaknya yang diduga dipukuli oleh teman sekelasnya hingga meninggal ke Polres Binjai.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, mekanisme pemeriksaan, jika nantinya para pelaku dugaan penganiayaan yang masih dibawah umur diperiksa harus tertutup.

Baca: Foto Anaknya Sempat Viral Terkait Tuduhan Penganiayaan Siswa SD di Binjai, Orangtua Tidak Terima

“Dalam proses pemeriksaan juga anak-anak itu tidak boleh dilepas sendiri, harus ada pendampingan orangtua, Bapas (Balai Pemasyarakatan). Kemudian mekanisme pemeriksaan harus khusus, tidak boleh kelihatan oleh orang-orang sekitar, hak-hak anak itu tetap harus diperhatikan,” ucapnya kepada wartawan.

Hadi menambahkan, proses tersebut juga sama untuk proses di pengadilan ke depannya.

Disinggung apakah jika terbukti, para pelaku yang masih di bawah umur akan ditahan, Hadi menyebut itu adalah wewenang para penyidik.

“Kalau penahanan itu kewenangan penyidik, kita tidak bisa mengintervensi seseorang itu harus ditahan dan sebagainya. Itu hak penyidik apalagi terkait dengan anak, bisa dalam pegawasan orangtua, dikembalikan oleh orang tua,” ucapnya lagi.

Laman: 1 2

Berita Terkait