Diduga Korupsi, Dua Pejabat Dinas Peternakan Aceh Diciduk Polisi

Kamis, 02 Januari 2020 18:33

digtara.com | BANDA ACEH – Polisi menangkap dua orang pejabat di Dinas Peternakan Provinsi Aceh. Mereka ditangkap terkait dugaan korupsi pengelolaan hasil produksi UPTD-BTNR pada Dinas Peternakan Aceh tahun anggaran 2016-2018.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banda Aceh, AKP M Taufiq mengatakan, kedua tersangka adalah RH dan MN. Mereka adalah Kepala dan Pembantu Bendahara pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan Provinsi Aceh. Dimana akibat perbuatan keduanya, negara dirugikan hingga Rp.2,6 miliar.

“Uang hasil UPTD BTNR antara 2016-2018 senilai Rp.13,3 miliar. Sebagian diantaranya, yakni hasil penjualan telur senilai Rp.2,6 miliar digunakan oleh tersangka RH dan MN,”kata M Taufiq, Kamis (2/1/2020).

Taufiq menambahkan RH dan MN telah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadinya. Uang itu tidak disetorkan terlebih dahulu ke dalam kas daerah.

“Akibat perbuatan yang dilakukan tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp. 2.607.193.481,”tuturnya.

Taufiq menambahkan, kerugian keuangan tersebut berdasarkan hasil laporan audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) yang dilakukan oleh auditor BPKP perwakilan Aceh, nomor : SR-2431/PW01/5/2019, tanggal 14 Oktober 2019.

30 SAKSI DIPERIKSA

Dijelaskannya, polisi juga tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 30 orang, menyita barang bukti dokumen dan surat serta menyita uang tunai hasil penjualan telur yang pernah diberikan tersangka RH kepada saksi sebanyak Rp.3 juta.

Selain itu pihaknya juga telah menyita uang tunai hasil penjualan telur UPTD BTNR tahun 2018 sebesar Rp. 114.143.000,- ( seratus empat belas juta seratus empat puluh tiga ribu rupiah).

“Setelah di periksa kedua tersangka lalu kami tahan dan berkas perkara keduanya sudah dilimpahkan ke kejaksaan negeri Aceh Besar pada tangal 20 November 2019,” jelasnya.

Sementara itu kepada tersangka RH diterapkan pasal Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 8 Jo Pasal 18 UU RI NO 31 thn 1999 sebagaimana telah diubah UU NO 20 thn 2001 dan terhadap tersangka MN yaitu Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 8 Jo Pasal 18 UU RI NO 31 thn 1999 sebagaimana telah diubah UU NO 20 thn 2001 Subs Pasal 55 KUH Pidana.

“Sejak proses penyelidikan penyidik unit 2 Satreskrim Polresta Banda Aceh telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp.6.200.000.000,- (enam milyar dua ratus juta rupiah) dengan cara mengawal pihak UPTD BTNR Dinas Peternakan Aceh untuk melakukan penyetoran hasil penjualan telur sesuai dengan aturan (Setiap pencairan dari hasil penjualan telur langsung disetorkan ke kas daerah),” pungkasnya.

[AS]

Berita Terkait