Bea Cukai Medan Gerebek Pabrik Miras Ilegal, Ribuan Botol Miras Disita

  • Whatsapp
Petugas Bea dan Cukai Medan menggelar paparan terkait pengungkapan pabrik miras illegal, Jumat (27/11/2020).

digtara.com – Tim Gempur Bea Cukai Medan, Kamis 26 November 2020 malam menggerebek dua pabrik industri rumahan minuman keras ilegal di kawasan Medan Area, Medan. Gerebek Pabrik Miras Ilegal

Dalam penggrebekan itu petugas menangkap lima orang pelaku, dan seorang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.

Petugas juga menyita ribuan botol miras siap edar dan 9 derigen miras yang siap dikemas.

Muat Lebih

Dengan terungkapnya jaringan pembuat miras ilegal yang telah beropeasi sejak 2019, Bea Cukai Medan telah menyelamatkan potensi kerugian negera sekitar Rp 360.945.400.

“Hasil pemeriksaan mereka mengaku sejak tahun 2019 telah melakukan operasinya,” ujar Dadan Farid, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Medan, kepada wartawan di kantornya Jalan Suwondo Ujung, Medan, Jumat (27/11/2020) siang.

Baca: Bea Cukai Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal di Pematang Siantar

Tim gempur Bea cukai Medan, lanjut Dadan, bekerjasama dengan Petugas Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan mengungkap dari sisi merk, pemalsuan merk, yang sudah dipakai setahun milik produsen lain.

“Mereka memproduksi minuman dengan mencampur barang yang disita. Akibat aksi ini potensi kerugian dari nilai pajak sebesar Rp 44.145.400 juta, tapi sejak tahun 2019 kerugian negara Rp 267.885.400 sampai Rp 360.945.400,” tambahnya.

Pengintaian dan Penelusuran

Pengungkapan pabrik industri rumahan minuman keras illegal, ungkap Dadan Farid, berawal dari pengintaian dan penelusuran yang telah lama dilakukan.

Disusul penyitaan miras ilegal yang mengandung metil alkohol dengan merk Samsu Putih dan Bola Dunia, di sebuah toko di Jalan Bulan, Kecamatan Medan Kota.

Baca: Tersangka Pencurian Sepeda Motor Ditangkap Saat Mabuk Miras

Pemilik toko mengaku membeli minuman keras dengan cukai ilegal dan palsu ini dari tersangka berinisial MN.

Ditambahkan Dadan Farid, petugas yang menggelar operasi gempur minuman mengandung etil alkohol bea cukai kemudian melakukan penggerebekan di rumah tersangka di kawasan Medan Area yang dijadikan sebagai pabrik industri rumahan minuman keras.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan