Ayah Bejat Rudapaksa Anak Tirinya Hingga Hamil dan Melahirkan

Rabu, 15 Juni 2022 17:40
ist
Pria di Taput cabuli anak tirinya hinga hamil dan melahirkan

digtara.com – Seorang ayah di Tapanuli Utara tega menyetubuhi anak tirinya hingga melahirkan dan lebih parahnya AS (35) bahkan menyetuhi korban dalam keadaan hamil tua, Rabu (15/6/2023).

Sesuai keterangan Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Ronald Fredy Christian Sipayung didampingi Kasat Reskrim AKP Kristo Tamba, bersama Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menjelaskan tindak pidana yang dilakukan tersangka AS (35) kepada korban AP (14) anak tirinya sendiri secara berulang.

Korban pertama kali disetubuhi sekitar bulan Mei 2021 di siang bolong, di salah satu kamar milik mertua pelaku di Kabupaten Taput.

“Saat itu pelaku menyetubuhi korban di kamar milik mertuanya. Alasannya untuk menggosok punggungnya lalu menarik korban kedalam kamar” Kata AKBP Ronald Fredy Christian Sipayung.

Setelah melakukan perbuatannya pelaku kemudian mengancam korban untuk tidak memberitahukan perihal tersebut.

Dan ancam tersebut berhasil sehingga pelaku mengulangi perbuatannya perbuatannya pada bulan Juni 2021 sekira pukul 10.00 WIB.

Kapolres melanjutkan, “Perbuatan bejat tersangka dilakukan saat istri dan mertua pelaku sedang pergi ibadah Minggu. Kemudian pelaku kembali melakukan persetubuhan di tempat yang sama, satu jam kemudian,” ujar Kapolres.

Sedangkan pada Desember 2021 silam, kondisi korban yang sudah mulai mual-mual diketahui ibu korban. Lalu Ibunnya dan pelaku membawa korban berobat ke rumah sakit untuk diperiksa. “Setelah diperiksa dokter, ternyata korban telah hamil 7 bulan,” sebut Ronald.

Kemudian, ibu korban menanyai putrinya tentang siapa yang menghamilinya, namun karena takut akan ancaman ayah tirinya, korban hanya terdiam hingga pasrah diungsikan orangtuanya untuk tinggal di kos-kosan di wilayah Balige, Kabupaten Toba.

Saat diungsikan ke wilayah Kabupaten Toba, tersangka AS berpura-pura baik dan menghantarkan uang Rp200 ribu setiap minggunya untuk kebutuhan korban di tempat kos-kosan nya lalu memaksa korban untuk bersetubuh.

“Tindakan kekerasan seksual yang dialami korban berlanjut di awal bulan Januari 2022, sekira pukul 13.00 WIB, di kos-kosan di Balige, Kabupaten Toba,” kata Kapolres.

“Saat itu korban sudah mulai merasa mulas pertanda akan melahirkan, namun korban dipaksa meladeni nafsu ayah tirinya, hingga pada sekira pukul 19.00 WIB, korban menghubungi pelaku untuk dijemput, karena sudah mengalami pecah ketuban,” jelasnya.

Selanjutnya tersangka datang dan membawa korban ke RSU Tarutung, namun dalam perjalanan, korban telah melahirkan, dan mendapatkan bantuan seorang bidan untuk memotong tali pusar bayinya.

Pada 27 Mei 2022, sekira pukul 15.00 WIB, korban meninggalkan rumah orangtuanya dan hanya membawa pakaian yang melekat di badannya.

Dan pada 28 Mei 2022, korban yang berhasil menghubungi ayah kandungnya melalui bantuan seorang warga dijemput ayah kandungnya dan membawanya.

Di depan ayah kandungnya, korban juga mengaku pernah disetubuhi secara paksa oleh pelaku sebanyak dua kali di dalam mobil Toyota Yaris yang selalu dikendarai pelaku.

Tersangka AS dinilai melanggar pasal 76d jo pasal 81 ayat 1,2,3 UU nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

“Sesuai UU perlindungan anak, pelaku terancam pidana penjara maksimal 15 tahun, dan kemungkinan akan ditambah sepertiga dari total hukuman atas perannya selaku orang tua yang seharusnya mengayomi korban,” tambah Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait.

Berita Terkait