3.200 Pastor dan Pejabat Gereja Katolik Prancis Jadi Predator Seksual Anak

Senin, 04 Oktober 2021 13:15
Uskup Agung Granada Francisco Javier Martinez dan pastur lain telungkup sebagai bentuk maaf karena paedofil. ©Reuters

digtara.com – Komisi investigasi independen melaporkan setidaknya sekitar 3.200 pastor dan pejabat Gereja Katolik Prancis lainnya memiliki penyimpangan seksual berupa paedofil. Mereka menjadi predator seksual yang kerap pelecehan seksual terhadap anak-anak sejak 1950.

Salah satu pegawai negeri sipil senior Prancis, Jean-Marc Sauve, menyatakan hasil penelitian komisi independen menemukan antara 2.900 dan 3.200 pendeta atau anggota gereja lain merupakan paedofil.

Ia juga mengatakan, jumlah itu masih perkiraan minimum. Menurut Sauve, laporan tersebut berusaha menghitung jumlah pelaku dan korbannya.

Laporan itu juga memperlihatkan mekanisme, terutama kelembagaan budaya di dalam gereja, yang memungkinkan para paedofil tetap bisa bekerja.

“Sangat serius bahwa mungkin ada beberapa institusi dan beberapa komunitas, dalam jumlah kecil, di mana pelanggaran sistemis dapat dilakukan,” katanya kepada AFP, Minggu (3/10).

Namun, dalam banyak kasus, penuntutan tak mungkin dilakukan karena pelecehan itu terjadi di luar batasan undang-undang Prancis. Sementara itu, gereja Katolik Prancis belum menjelaskan tindakan yang bakal diambil ihwal temuan ini

Laporan itu akan dirilis besok, Selasa (5/10). Laporan itu akan dirilis setelah komisi independen melakukan penelitian selama dua tahun memakai arsip gereja, pengadilan, dan polisi, serta wawancara dengan saksi.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait