HMI menggelar Seminar Nasional “Sumatera Utara Aerotropolis 2024, Bisa!

(Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara menggelar Seminar Nasional dengan tema 'Sumatera Utara Aerotropolis 2024, Bisa!' di Digital Library Universitas Negeri Medan, Kamis (13/12/2018).)

Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara menggelar Seminar Nasional dengan tema ‘Sumatera Utara Aerotropolis 2024, Bisa!‘ di Digital Library Universitas Negeri Medan, Kamis(13/12/2018).

Aerotropolis adalah sebuah kota dimana tata letak,infrastruktur dan ekonomi berpusat pada bandar udara (Bandara). Seperti konsepkota metropolitan, bandara sebagai pusat aerotropolis juga memiliki kawasanpinggir kota (suburban) yang terhubung oleh infrastruktur dan transportasi massal.

Hadir sebagai pembicara, Direktur Komersil dan Pengembangan Bisnis PT Angkasapura II Daan Achmad, Anggota DPR RI Komisi III Hinca IP Pandjaitan, dan mewakili Rektor Universitas Negeri Medan hadir WakilRektor II Dr. Restu M.si.

Muat Lebih


Foto Bersama dan Pemberian Cendra mata kepada Pembicara seminar nasional yang bertema Sumatera Utara Aerotropolis 2024, Bisa! di Digital Library Universitas Negeri Medan, Kamis(13/12/2018).

Ketua Umum Badko HMI Sumatera Utara Muhammad Alwi Hasbi Silalahi mengatakan, seminar nasional tersebut dilakukan sebagai upaya menggelorakan kembali wacanakonsep Aerotropolis di Sumatera Utara.

“Konsepsi Aerotropolis bukan barang baru yangdimunculkan. Empat tahun yang lalu, ketika Bandara Kualanamu dibangun, rencanaini sudah ada,” kata Alwi.

Ia menambahkan, penting bagi masyarakat Sumatera Utara, khususnya generasi muda untuk mendorong konsepsi Aerotropolis sebagai langkah pembangunan nasional di provinsi terbesar ketiga indonesia tersebut.

“Pembangunan infrastruktur saat ini tengah berlangaungdi berbagai wilayah di Indonesia, Aerotropolis akan menjadi solusi bagi perekonomian Sumatera Utara,” katanya. Apalagi secara geografis, wilayah Sumatera Utara sangat strategis sebagai pintu gerbang perdagangan dunia.

“Secara sosiokultur potensi yang ada akan terkoneksidengan adanya Aerotropolis di Bandara Kualanamu. Karena Sumatera Utara ini gerbangnya Indonesia bagian Barat. Pengembangan sektor maritim seperti pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Seimangke dan Jalan Tol menjadi modal menuju Aerotropolis pada tahun 2024,” ungkapnya.

Alwi menjelaskan konsepsi tersebut akan menjadi sumber pendapatan daerah jika dikelola dan disambut baik oleh pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Terlebih, status Kaldera di Danau Toba akan menjadi pusat wisata dunia yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat di kawasan Danau Toba.’Tutup Alwi” (Cakdol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan