Hasyim Juga Ternyata Persiapkan Celurit Untuk Bunuh Diri Bersama Kekasihnya

Selasa, 08 Januari 2019 19:52
Foto/digtara

digtara.com | KISARAN – Pihak Polres Asahan selesai melakukan olah TKP di Hotel Central Kota Kisaran yang menjadi tempat tewasnya sepasang kekasih bernama Hasyit Prasetyo (33) dan Depi Istiana (23). Keduanya tewas dengan luka tembak pada bagian kepala.

Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu mengatakan dari hasil oleh TKP mereka mengindikasi bahwa pelaku penembakan terhadap keduanya adalah korban sendiri yakni Hasyim Prasetyo. Ia terlebih dahulu menembak bagian kepala kekasihnya dengan menggunakan senjata api rakitan laras pendek sebelum akhirnya menghabisi nyawanya sendiri dengan menembak kepalanya.

“Jadi senjata yang digunakan oleh Hasyim untuk menembak Depi dan dirinya sendiri yakni senjata api laras pendek rakitan, menggunakan peluru 5,56 milimeter. Depi Istiana ditembak dari jarak dekat dibagian belakang kepala nya hingga menembus ke pelipis mata sebelah kiri. Kemudian Hasyim menembak kepalanya sendiri dibagian tulang alis depan hingga tewas,” jelas Faisal didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, Selasa (8/1/2019).

Faisal menjelaskan dalam penyelidikan mereka juga ada indikasi bahwa aksi bunuh diri tersebut sudah direncanakan oleh Hasyim sebelumnya. Hal ini terlihat dari perbincangan keduanya melalui layanan Whatsapp dimana Hasyim mengajak Depi untuk menginap di hotel tersebut sehari sebelum aksi bunuh diri berlangsung. Bukan hanya menggunakan senjata api rakitan, namun aksi ini juga dipersiapkannya dengan menggunakan senjata tajam.

“Perencanaan tersebut dikuatkan dengan adanya temuan sebilah senjata tajam jenis clurit didalam tas milik Hasyim. Clurit tersebut diduga dipersiapkan oleh Hasyim jika dirinya gagal membunuh dengan senjata api,” kata Faisal.

Berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi kejadian serta pantauan rekaman kamera cctv hotel, kasus pembunuhan ini sudah selesai, karena pelakunya juga meninggal dunia. “Tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus pembunuhan ini. Kasus pembunuhan ini sudah selesai. Namun kami akan terus berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Sumut untuk menyelidiki terkait kepemilikan senjata api,” tutup Faisal.[JNI]

Berita Terkait