GKN di Amprea III, Gazali Tewas Saat Cegah Anaknya Dibawa Polisi

Senin, 07 Januari 2019 23:22
Jenazaha Gazali saat di rumah duka. Gazali tewas saat mencoba mengcegah Polisi menangkap anaknya pada penggrebekkan narkona di Jalan Ampera III, Medan Timur, Senin (7/1/2019)

digtara.com | MEDAN – Personel Polri dari Polrestabes Medan melakukan penggrebekkan narkoba di Jalan Ampera III, Kelurahan Glugur Darat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Senin (7/1/2019) petang.

Dalam penggrebekkan di areal yang kerap disebut sebagai kampung narkoba itu, Polisi berhasil mengamankan dua orang berikut barang bukti sembilan paket narkoba jenis sabusabu dengan berat masing-masing 1 gram. Yakni Saleh dan Tamma.

Namun sayang, seorang warga bernama Gazali (68) tewas setelah terlibat dorong-dorongan dengan personel Polisi. Insiden itu terjadi karena Gazali mencoba mencegah anaknya Saleh dibawa Polisi.

Informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi sekitar pukul 18:00 WIB. Saat itu puluhan personel Polisi bersenjata lengkap meringsek masuk ke kawasan yang kerap disebut sebagai kampung narkoba itu.

Saat penggrebekkan berlangsung, Polisi menyasar salah satu rumah yang ditinggali warga bernama Ammar dan keluarganya. Saat penggerebekan Polisi disebut tidak didampingi Kepala Lingkungan (Ketua RW) setempat.

Kerabat Ammar bernama Novita yang melihat penggrebekkan menyalahi prosedur itu, kemudian meminta Saleh yang masih sepupunya, untuk memanggil kepala lingkungan setempat. Saleh pun bergegas.

Saat kembali usai memanggil kepala lingkungan, tiba-tiba beberapa petugas malah mengejar Saleh karena dituduh melakukan pelemparan ke arah polisi yang sedang melakukan menggerebek.

“Memang situasi saat itu sangat kacau. Terjadi dorong-dorongan antara polisi dan warga. Enggak tahu siapa yang melempar dan terjadi dorong-dorongan di belakang Masjid Jamik,” kata Novita di rumah duka.

Ternyata Gazali juga ada saat terjadi aksi saling dorong antara petugas. Dia mencoba mempertahankan anaknya Saleh yang dituduh terjerat penyalahgunaan narkoba. Keluarga tetap yakin jika Saleh tidak terlibat.

“Uwak (Paman) saya bilang, anak saya nggak salah dan saya sahuti apa salah adik (sepupu) saya hingga dibawa. Dan di jawab dia melempar batu dan saya bilang tidak ada. Karena saya suruh dia manggil Kepling,” katanya.

Saat terjadi aksi dorong-dorongan itu, Gazali tersungkur beberapa kali. Dia tetap mempertahankan anaknya agar tidak dibawa. Namun polisi tetap bersikeras membawa Saleh.

Gazali akhirnya terjatuh lagi. Dia sempat kejang. Keluarga sempat membawa Gazali ke rumah sakit. Namun sayangnya, nyawa laki-laki paruh baya itu tidak tertolong. Dia meninggal dunia.

“Kayak binatang kalian buat anak aku ya. Anak akupun nggak salah mau kalian bawa, apa salah anakku. Jangan kalian bawa anakku,”ungkap Novita menirukan perkataan Gazali.

Belum diketahui apa penyebab sebenarnya Gazali Tewas. Namun kuat dugaan karena penyakit jantungnya yang kumat. Keluarga juga menguatkan soal penyakit jantung yang diderita Gazali.

” Memang dia punya penyakit jantung tapi sudah lama nggak kumat. Pas kejadian inilah dia kumat karena bolak balik jatuh,”sebut Elita (54), keluarga korban.

Kepala Lingkungan setempat, Sumarni, membenarkan bahwa Saleh menjemputnya di rumah. Namun Sumarni menolak pergi bersama Saleh. Dia mempersilahkan Saleh lebih dulu pergi.

“Saleh ini datang ke rumah, bu ada penggrebekan katanya. Yok bu bonceng aja sama saya, gak usah saya pergi sendiri aja, gak lama dia pergi, saya pun nyusul. Tahu-tahu dia dibawa polisi, ini si Salehnya dibawa Polisi, itulah mau dibawa orang tuanya gak terima karena dia mau dibawa kan, itulah dorong-dorongan sama polisi, bapak itu (Gazali) ada sakit jantungnya, gak mau anaknya dibawa tapi orang itu memaksa,” ungkapnya.

Selang beberapa saat Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Rifani tiba di lokasi. Terlihat juga Kapolsek Medan Timur Kompol. Muhammad Arifin. Rudi membenarkan soal penggerebekan yang dilakukan anak buahnya. Dia juga belum memastikan penyebab meninggalnya Gazali.

“Mungkin orang tuanya melihat pada saat anaknya yang kita duga ada terlibat penyalahgunaan narkoba. Anggota kita pada saat membawa, jadi masyarakat menghalangi sedikit, bukan masyarakat sini,” katanya.

Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan mendalam. Kemungkinan para petugas yang ada di TKP juga akan diperiksa.

“Mau kita lakukan pemeriksaan dulu artinya supaya clear dulu minta keterangan dulu siapa yang ditempat kejadian,” tandasnya.

[AS]

Berita Terkait