Dugaan Korupsi Rp 2,3 M di Pegadaian Stabat, Kejatisu Tetapkan Pasutri sebagai Tersangka

Kamis, 14 Oktober 2021 16:53
istimewa
Dugaan Korupsi Rp 2,3 M di UPC Pegadaian Stabat, Kejatisu Tetapkan Pasutri sebagai Tersangka

digtara.com – SRS (35) dan DAS (35), ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Kejatisu Tetapkan Pasutri

SRS merupakan seorang pegawai negeri sipil (ASN), sementara DAS selaku karyawan Pegadaian. Keduanya warga Binjai, Sumatera Utara (Sumut) dan merupakan pasangan suami istri (pasutri).

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi penyalahgunaan pencairan jaminan pada Kredit Cepat Aman (KCA) pada Unit Pelayanan Cabang (UPC) Perdamaian Stabat Kantor Cabang Tanjung Pura.

Jaminan yang diberikan sebagai agunan berupa emas palsu pada periode kredit tahun 2019-2020.

Baca: Awas! Kejatisu Resmi Tangani Kredit Macet Bank Sumut Senilai Rp192 Miliar

Kasi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Yos A Tarigan menerangkan, tim penyidik sudah menemukan alat bukti terkait kasus tersebut.

Kronologis

Bahwa benar dalam kurun waktu bulan Juli 2019 sampai bulan Maret 2020 telah dilakukan pencairan uang pinjaman sebanyak total 306 transaksi.

Seluruh transaksi tersebut merupakan gadai jaminan fiktif jenis barang palsu berupa perhiasan emas palsu.

Baca: Berkas Perkara Lengkap, Polda Sumut Serahkan Mantan Bupati Labura ke Kejatisu

“Sebanyak 306 lembar bukti surat Gadai total pencairan penjaminan yang dilakukan DAS bersama-sama dengan suaminya SRS alias Ridho adalah sebesar Rp 2.394.468.800,” jelasnya.

DAS selaku Kepala UPC Perdamaian menyalahgunakan jabatannya atas pencairan uang pinjaman tersebut dan diserahkan kepada suaminya.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait