Dua Bocah Penderita Kulit Terkelupas di Madina Terjangkit Toxoplasmosis

Jumat, 11 Januari 2019 14:17

digtara.com | MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, telah menurunkan tim medis untuk memeriksa Muhammad Haikal Nasution (7) dan Habibah Zakira Nasution (1). Kedua warga Desa Rao-Rao Panjaringan, Kecamatan Tambangan, Madina, itu sebelumnya menjadi viral di sosial media, setelah penyakit pengelupasan kulit yang mereka alami sejak lahir mendapat simpati warganet.

Kepala Dinas Kesehatan Madina, Syaripuddin Nasution mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim tersebut, kedua anak dari pasangan suami istri Sahnan Nasution dengan Chairunnisah Rangkuti itu didiagnosa menderita Toxoplasmosis.

“Tim medis yang kita turunkan ke sana sudah melakukan pemeriksaan dan menemukan parasit Toxoplasma tersebut di rahim ibu kedua bocah itu,”sebut Syarifuddin kepada digtara.com, Jumat (11/1/2019).

Untuk kesembuhan kedua bocah itu, lanjut Syarifuddin, butuh proses yang cukup lama dan biaya yang besar. Pengobatan pun tak bisa dilakukan di Madina, karena keterbatasan sarana dan prasarana.

“Jik ibu kedua bocah itu igin memiliki anak lagi, harus di bersihkan dulu virus toxoplasma dari rahimnya, sehingga tidak menular ke anak,”pungkasnya.

Kedua bocah itu sebenarnya sudah pernah dibawa berobat ke rumah sakit di luar Madina. Namun karena keterbatasan biaya, pengobatan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Saat ini, Dinas Kesehatan Madina masih terus berupaya memberikan pengobatan, dan telah menyarankan agar kedua bocah itu terus di imunisasi Rubella.

“Kita doakan lah agar keduanya dapat segera sembuh,”tandasnya.

Dilansir alodokter, Toksoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit protozoa (organisme bersel satu) Toxoplasma gondii (T. gondii). Parasit ini seringkali terdapat pada kotoran kucing atau daging yang belum matang.

Infeksi parasit T. gondii pada orang yang sehat umumnya tidak membahayakan, karena sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi parasit ini. Namun, penanganan medis serius perlu dilakukan jika infeksi ini menyerang seseorang dengan sistem imunitas rendah atau ibu hamil, guna menghindari komplikasi yang berat.

Toksoplasmosis disebarkan dari hewan ke manusia, bukan antarmanusia, kecuali pada wanita hamil yang dapat menyebarkan infeksi ini pada janinnya. Akibatnya, janin mengalami perkembangan yang lambat. Bahkan dalam kasus infeksi yang lebih berat, dapat terjadi keguguran atau kematian janin dalam kandungan.

Setelah terjadi toksoplasmosis, parasit T. gondii dapat bertahan dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif, sehingga memberi kekebalan seumur hidup terhadap infeksi parasit ini. Namun saat sistem imunitas tubuh melemah karena suatu penyakit atau konsumsi obat tertentu, infeksi T. gondii dapat aktif kembali dan memicu komplikasi yang lebih parah.

[Muhammad Agussalim/AS]

Berita Terkait