Doyan Bobol Rumah Warga, Josua Dijebloskan ke ‘Kerangkeng’

Kamis, 07 Februari 2019 15:27

digtara.com | MEDAN – Josua Micahel Alias Bagong (18) warga Jalan Sempurna, Kecamatan Medan Helvetia, di mana aksinya pembobolan rumah warga yang berada di Pasar II Rel Lk. IV Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia berakhir di ‘kerangkeng’.

Berawal dari melakukan aksinya yang telah berhasil dirumah salah satu korbannya bernama Renni Hutagalung, pada Senin (4/5) lalu, dengan menyikat sejumlah perhiasan milik korban saat korban tengah meninggalkan rumahnya.

Setelah korbanya sampai di rumah melihat sejumlah perhiasannya hilang dia pun melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib dengan LP/80/II/2019/SU/Restabes Medan/Sek Medan Helvetia, Tanggal 05 Februari 2019.

Namun lantaran aksinya pertamanya berhasil Josua pun kembali ingin melakukan niat jahatnya itu dengan membobol triplek rumah milik Renni, namun sayangnya aksinya pun diketahui korban sehingga diteriakin maling, dan menjadi bulan-bulanan warga.

Panit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Ipda Syahri Sebayang, ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar pelaku melakukan aksinya kedua kalinya dia merasa ketagihan setelah lolos dari aksi pertamanya, namun saat dirinya masuk kedalam rumah korban sehingga aksinya tertangkap basah dan diteriaki maling sehingga sempat mengundang para warga yang ingin menghakiminya setelah kami mendapatkan informasi tersebut, kita turunkan personil kita untuk mengamankan pelakunya,”ungkapnya saat di Konfirmasi, Kamis(7/2/2019).

Dia menjelaskan, setelah diintrogasi pelaku mengakui perbuatannya dengan mencuri dengan membobol rumah yang dilakukannya sebanyak sepuluh kali di lokasi yang berbeda.

“Awalnya pelaku berhasil mengambil perhiasan Korban berupa cincin emas, dan cincin besi putih, lantaran tidak diketahui korban dia niat menyikat harta benda korban yang lain,” tuturnya.

Selain mengamankan pelaku pihak juga meyita beberapa barang bukti berupa dua lembar triplek yang sudah dirobek.

“Atas perbuatananya pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tambahnya.

Reporter: Kartik

Berita Terkait