Diterpa Isu Tsunami Susulan di Selat Sunda, Warga Lampung Ketakutan

  • Whatsapp


digtara.com | LAMPUNG – Warga yang sebelumnya beristirahat di lokasi pengungsian seketika riuh dan panik. Mereka langsung berhamburan keluar gedung untuk menyelamatkan diri, bahkan banyak kaum ibu dan anak-anak menangis ketakutan lantaran ada isu tsunami yang dikabarkan melanda permukiman mereka.

Hal tersebut dialami warga pesisir Teluk Lampung, yang mengungsi di Gedung Pemprov, akibat tsunami yang terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018. 

Muat Lebih

Ida, salah seroang pengungsi asal Gudang Lelang Teluk Betung Selatan ini menangis sejadi-jadinya bersama putranya yang masih kecil. Ida mengaku panik dan takut dengan merebaknya isu tsunami karena suaminya sedang berada di rumah yang persisi di pesisir Teluk Lampung.

“Saya khawatir karena suami saya ada di rumah. Dia sedang nunggu rumah karena sebagian warga mengungsi. Saya takut terjadi apa-apa,” kata Ida, Minggu 23 Desember 2018.

Kepanikan serupa juga dirasakan pengungsi lainnya. Mereka mengaku bingung dan panik dengan isu tsunami tersebut. Petugas Satpol PP yang berjaga di lokasi pengungsian sempat kewalahan menenangkan warga yang panik. Namun, kepanikan warga ini berhasil diredam setelah sejumlah pegungsi lainnya berhasil memastikan kebenaran isu tsunami susulan yang merebak itu tidak benar.

Sementara itu, ribuan warga yang berada di bibir pantai Pesisir Lampung Selatan memilih mengungsi ke sekolah-sekolah terdekat untuk mengantisipasi terjadinya tsunami susulan.

Selain di gedung sekolah, ribuan warga dari berbagai desa di sepanjang pesisir Lampung Selatan itu juga memilih dataran tinggi karena dinilai lebih aman dari terjangan tsunami.

“Ada ribuan masyarakat yang mengungsi. Ada yang di sekolah-sekolah, di tempat dataran tinggi maupun di tempat saudaranya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, Ketut Sukerta.

Dia mengatakan, kondisi air laut di sepanjang Pesisir Lampung Selatan sampai nalam ini masih dalam kategori waspada. Kondisi laut saat ini, masih mengalami pasang dan gelombang ombak setinggi satu meter. “Masih waspada sampai malam ini. Masyarakat belum ada yang berani untuk pulang ke rumahnya,” kata Ketut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan