Cerita Tiga Saudara di Medan Yang Makan Dari Belas Kasih Tetangga

Makan Dari Belas Kasih Tetangga
(ilustrasi warga penerima bantuan / Irwansyah Putra nasution)

digtara.com – Cerita tiga saudara dalam satu keluarga yang hidup jauh dari kata layak dan sejahtera di Kota Medan. Tinggal di ruangan sempit, kumuh dan jauh dari kata sehat. Untuk makan sehari-hari, mereka mendapat belas kasih tetangga. Makan Dari Belas Kasih Tetangga.




Warga tersebut yakni Berman Sibueya (73), Krisman Sibueya (69) dan Warman Sibueya (65) tinggal di jalan Langgar Jati, kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Muat Lebih

Untuk dapat bertemu dengan ketiganya harus melewati gang sempit samping rumah warga. Keduanya tinggal di ruangan berukuran perkiraan 1,5×2 meter yang didalamnya terdapat kasur dan berlantaikan tanah. Di ruangan tersebut, keduanya tidur berbarengan.

Berman Sibueya di ruang tidur dan tempat tinggal yang jauh dari kata layak/ Irwansyah Putra

Disamping ruangan kecil itu, ada ruangan dapur tempat memasak yang berlantaikan tanah yang dipenuhi gantungan pakaian. Yang jauh dari kata sejahtera di negeri Indonesia khususnya Kota Medan yang Metropolitan.

Berman Sibueya menceritakan setiap harinya sebelum pandemi Covid-19 melanda, dirinya bekerja sebagai pengkupas kulit jengkol di jalan Pelita. Sekali bekerja 10 ribu hingga 15 ribu upah didapatkan.

“Namun sudah sebulan ini tidak lagi bekerja, toke jengkolnya kesulitan ekonomi. Karena semuanya serba sulit, saya tidak dipekerjakan lagi,” ceritanya.




Tidur di becak dayung

Dengan bibir tersenyum dan sedikit tertawa tak terlihat tekanan ekonomi dan kesusahan yang dialaminya. Berman mengungkapkan untuk makan sehari hari cukuplah, terkadang dengan menu nasi dan sayur yang diberikan tetangga yang juga berprofesi sebagai penarik becak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan