BKSDA Aceh Melakukan Trasnlokasi Gajah yang Terisolasi di Perkebunan dan Pemukiman Warga

(Upaya translokasi gajah liar yang terisolasi di perkebunan dan pemukiman masyarakat di Desa Tangga Besi, Kec Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Aceh ( Foto : BKSDAA / Sapto Aji Prabowo ))

Aceh – Sejak tanggal 6 Desember 2018 BKSDA Aceh bersama Dinas LHK Aceh, dan dibantu Mitra lainya berupaya melakukan translokasi gajah liar yang terisolasi di perkebunan dan pemukiman masyarakat di Desa Tangga Besi, Kec Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Pada hari ketiga, yaitu tanggal 8 Desember 2018, tim akhirnya berhasil menangkap gajah liar tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDAA), Sapto Aji Prabowo saat di hubungi via panggilan suara mengatakan,
“Menurut laporan warga pada tahun 2015 silam di daerah tersebut ada 2 gajah liar, tapi saat tim di lapangan hanya berhasil menemukan 1 gajah saja”

Muat Lebih

Selanjutnya gajah tersebut akan ditranslokasi ke Hutan Lindung Bengkung pada keesokan hari pada pagi 9 desember 2018, Mengunakan Gajah Jinak untuk mengiring gajah liar sejauh 15 Km ke dalam Hutan,


sebelum direlease ke Alam bebas Rencananya Gajah akan dipasang GPS Collar untuk kepentingan pemantauan.  selanjutnya untuk mitigasi pasca, BKSDA Aceh, telah berencana membuat barrier sepanjang 5,7 km untuk mencegah gajah agar tidak kembali lagi ke kebun dan perkampungan Warga,

Namun Sebelum pembangunan barrier selesai, BKSDA Aceh akan dibantu oleh mitra untuk menempatkan petugas jaga Guna memonitor serta merespon jika gajah terindikasi kembali mengarah ke pemukiman.

( Digtara.com )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan