Bassis dan Manager Band Seventeen Jadi Korban Tsunami Selat Sunda

Minggu, 23 Desember 2018 12:19

digtara.com | JAKARTA – Kabar duka datang dari grup band Seventeen. Bassis band Seventeen, M Awal Purbani yang biasa disapa Bani, menjadi korban tsunami yang menerjang kawasan pesisir pantai Banten pada Sabtu (22/12) malam.

Bani mengembuskan nafas terakhirnya, begitu pula Road Manajer band Seventeen, Oki Wijaya.

“Kejadian berlangsung saat baru lagu kedua Seventeen menghibur penonton. Air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi,” demikian keterangan tertulis dari pihak manajemen Seventeen sebagaimana dikutip dari IDN Times, Minggu (23/12).

Dalam peristiwa bencana alam tersebut, beberapa personel dan kru band hilang terseret gelombang tsunami melanda pantai Carita. Termasuk istri vokalis Seventeen, Riefian Fajarsyah atau yang dikenal Ifan, Dylan Sahara.

Ifan mengatakan, bassis dari band Seventeen Muhammad Awal Purbani atau Bani ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Lalu, manajer mereka juga, Oki Wijaya juga meninggal dunia.

“Saya sedang berada di Tanjung Lesung. Kami kehilangan bassis Bani dan Road Manajer kami,” ujar Ifan sambil meneteskan air mata dalam video postingannya.

Ia juga meminta keikhlasan atas kehilangan dua rekannya tersebut.

Ifan juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar istrinya Dylan Sahara dan tiga rekannya Andi Windu Darmawan (drum), Herman Sikumbang (gitaris) dan Ujang (kru) segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Andi, Herman, dan Ujang belum diketemukan, minta doanya untuk istri saya juga yang belum diketemukan,” kata dia.

Saat kejadian, Seventeen tengah mengisi acara gathering PLN di Tanjung Lesung. Pada Sabtu (22/12) sekitar pukul 21.30 WIB air pasang menyapu bersih panggung yang letaknya sangat berdekatan dengan laut.

Berita Terkait