Awas, Gelombang Tinggi Serang Pesisir Timur Sumatera Utara

  • Whatsapp
Kematian 17 Lumba-lumba di Pantai Mauritius Tuai Pro Kontra
Gelombang Laut (ilustrasi)

digtara.com | MEDAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau kepada masyarakat di pesisir timur Sumatera Utara untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Prakirawan BMKG Wilayah 1 Medan, Enda Paramitha menyebutkan, dalam beberapa hari ke depan pesisir timur Sumatera Utara masih akan didera gelombang laut yang cukup tinggi, yang dapat membahayakan aktifitas penangkapan ikan oleh para nelayan.

Tingginya gelombang air laut ini, kata Enda, disebabkan adanya belokan angin yang menyebabkan adanya pertumbuhan-pertumbuhan angin yang mempengaruhi cuaca di wilayah Sumut.

Muat Lebih

“Cuaca saat ini waspada di laut. Karena masih ada tekanan rendah di wilayah Laut Cina Selatan, jadi sangat mempengaruhi di Wilayah pesisir Timur, Pegunungan dan pantai Timur yang menyebabkan adanya belokan angin yang membentuk adanya pertumbuhan-pertumbuhan angin baru,” kata Enda, Rabu (26/12/2018).

Enda menjelaskan bahwa dari prediksi mereka, tinggi gelombang air laut tersebut akan terjadi mulai 26 sampai 28 Desember 2018 untuk wilayah Selat Malaka bagian Tengah dan wilayah perairan Barat Aceh

“Untuk wilayah Selat Malaka bagian Tengah dari tanggal 26-27 Desember 2018 tinggi gelombang mencapai 0,6 sampai 1 meter. Kemudian dari tanggal 27-28 Desember 2018 gelombang air mencapai 0,5 sampai 0,8 meter,” jelasnya.

“Sementara, untuk wilayah perairan Barat Aceh tinggi gelombang tanggal 26-27 Desember 2018 mencapai 0,5 sampai 1,25 meter. Kemudian tanggal 27-28 Desember 2018 tinggi gelombang mencapai 1 sampai 1,25 meter,” sambung Enda.

Selain di daerah pesisir pantai, BBMKG juga menghimbau kepada masyarakat yang berada di dataran pegunungan untuk mewaspadai longsor, mengingat curah hujan yang masih tinggi terjadi di daerah pegunungan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat di pegunungan untuk waspada terjadinya longsor. Sementar, untuk  masyarakat yang berada di bantaran sungai mewaspadai luapan air sungai akibat hujan yang terjadi di daerah pegunungan,”pungkasnya.

[AS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan