Anggotanya Dikeroyok Hingga Tewas, Ketua IPK Minta Kader Tahan Diri

  • Whatsapp
(Ketua IPK Kota Medan, Thomas Purba saat memberikan keterangan kepada wartawan di Meda, Senin (4/1/2019) (kumparan/ist))

digtara.com | MEDAN – Ketua Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Medan, Thomas Purba, meminta kepada seluruh kader IPK di Medan dan wilayah sekitarnya untuk tetap menahan diri pasca pengeroyokan hingga tewasnya seorang kader mereka di Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang, Sumatera Utara, Sabtu 2 Februari 2019 lalu.

Thomas mengatakan, ia dan seluruh pengurus IPK Kota Medan telah menyerahkan penanganan kasus pengeroyokan itu kepada pihak kepolisian. Sehingga para kader diminta untuk tetap tenang agar penyelidikan yang tengah berlangsung dapat segera dituntaskan.

“Kita percayakan kepada Polisi. Kita ingin pelaku segera ditangkap. Kalau hasilnya tidak maksimal, kita yang akan mencari sendiri,”tegasnya, Senin (4/2/2019).

Muat Lebih

Thomas menceritakan, pengeroyokan yang menimpa kadernya itu terjasi saat itu mereka pulang dari pelantikan di Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau. Kala itu Para anggota IPK menumpang tiga angkutan kota (Angkot). Dia menduga, saat itu mereka dicegat oleh sekelompok orang.

Jarisman (korban) terjatuh dari angkot. Dia langsung dianiaya hingga tewas. Tidak ada sama sekali perlawanan , karena kami murni hanya melintasi jalan,” ujar Thomas .

Thomas menyebutkan, pada kejadian itu sebenarnya ada dua kader iPK yang menjadi korban. Satu orang kritis, sementara satu lagi meninggal dunia akibat terkena tembakan senjata jenis air softgun dan juga panah.

“IPK tidak pernah melakukan penyerangan dalam hal ini hanya melintas dari Jalan Cemara,” ujarnya.

Thomas mengaku jika IPK siap mendukung Kepolisian dalam menuntaskan masalah ini.

“Kalau memang kita sama-sama menginginkan kota Medan dan Indonesia kondusif, ini harus ditindak tegas. Semua pelaku harus ditangkap, supaya ini kejadian ini tidak terulang,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan masa IPK menyerbut perumahan cemara asri. Mereka bahkan sempat merusak pos masuk penjagaan di perumahaan tersebut. Penyerangan itu merupakan buntut pengeroyokan terhadap kader mereka.

[AS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan