Aksi 7 Siswi Robek Rok Di Medsos Diduga Hasil Jepretan Wali Kelas SMAN 1 Panyabungan

Rabu, 09 Januari 2019 14:07
foto/digtara

digtara.com | PANYABUNGAN – Beredarnya foto 7 siswi Sekolah Menegah Keatas Negeri (SMAN) 1 Panyabungan, Mandailing Natal yang melakukan aksi robek rok menjadi perbincangan di media sosial baik di Facebook maupun watsApp. Foto ini disebut hasil jepretan dari wali kelas para siswi bersangkutan.

Kepala Sekolah Muhammad Nuh membenarkan bahwa wali kelas yang melakukan pemotretan siswa yang aksi robek rok di lingkungan sekolah tersebut.

“Namun foto tersebut bukan dari sekolah yang menyebarkan di media sosial, bahkan banyak dari luar sekolah ingin meminta fhoto tersebut, kami tidak memberikannya, karena menyangkut norma dan aib seseorang,” katanya kepada Digtara, Selasa (08/01/2019).

Foto yang di ambil wali kelas tersebut menurutnya digunakan sebagai bukti fisik atas aksi tidak terpuji para siswi tersebut.

“Itu hanya bukti fisik saja. Dan tidak ada kita buat hal lain. Itu koyak rok sampai ke atas seolah koyak massal, padahal mereka masih kelas 10 sebelumnya tidak pernah terjadi, ini pelanggaran moral,” ujarnya.

Berdasarkan bukti ini jugalah mereka meminta arahan ke Korwil Dinas Pendidikan yang membawahi Kabupaten Mandailing Natal, Padangsidempuan dan Tapanuli Tengah. Pihak dinas kemudian menyatakan dukungan atas apapun tindakan yang akan dilakukan oleh pihak sekolah terhadap para siswi tersebut.

“Berdasarkan rapat dewan guru karena ini sudah menyangkut norma, sekolah tidak mengakomodir lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang siswi yang diberhentikan berinisial A mengatakan mereka merupakan korban ajakan dari kakak kelas.

Kejadian pertama, waktu itu pada saat jam istirahan kakak kelas mendatangi kami saat bercanda di dalam kelas, kondisi rok kakak kelas tersebut sudah robek terlebih dahulu, dan menyuruh M juga harus merobek roknya, dan mengajak 6 orang kawan kami juga harus merobek rok hingga memperlihatkan aurat kami.

“Setelah esok harinya ibu Wali Kelas ibu Elfirida memanggil kami untuk memakai pakaian rok yang sudah robek, dan memanggil siswa lainnya untuk dipertontonkan,” ungkapnya.

“Setelah dipertontonkan kepada siswa lain, wali kelaspun mengambil foto kami dengan rok sobek tersebut,”tambahnya.[Agus Hasibuan/JNI]

Berita Terkait