Tahun 2018, 113 Wartawan Tewas saat Menjalankan Tugas Jurnalistiknya

Selasa, 18 Desember 2018 12:39
Puluhan wartawan media cetak dan elektronik meletakkan alat dan atribut peliputan ketika menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Riau di Pekanbaru, Riau, Senin (7/12). Dalam orasinya wartawan mengecam keras segala tindakan kekerasan terhadap jurnalis, dan meminta kepada Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan pengeroyokan terhadap seorang jurnalis yang tengah meliput kerusuhan Kongres HMI XXIX di Pekanbaru pada Sabtu (5/12) kemarin. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/pd/15
Puluhan wartawan media cetak dan elektronik meletakkan alat dan atribut peliputan ketika menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Riau di Pekanbaru, Riau, Senin (7/12). Dalam orasinya wartawan mengecam keras segala tindakan kekerasan terhadap jurnalis, dan meminta kepada Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan pengeroyokan terhadap seorang jurnalis yang tengah meliput kerusuhan Kongres HMI XXIX di Pekanbaru pada Sabtu (5/12) kemarin. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/pd/15

digtara.com | JENEWA- Jumlah wartawan yang tewas dalam menjalankan tugasnya, setiap tahun semakin terus bertambah. Memasuki akhir tahun 2018 ini, tercatat kematian wartawan bertambah sebanyak 14 persen jadi 113 dibandingkan dengan tahun lalu. Hal tersebut dilansir dari Press Emblem Campaign (PEC), yang berpusat di Jenewa, Swiss, Senin (17/12).

Berdasarkan data PEC dalam laporan tahunannya bahwa sejak awal tahun ini, 113 wartawan tewas di 30 negara –17 di Afghanistan, 17 di Meksiko dan 11 di Suriah.

Negara yang berbahaya setelah Afghanistan, Meksiko dan Suriah adalah Yaman dan India, masing-masing dengan delapan wartawan yang tewas, seperti yang dilansir Antara dari Xinhua di Jakarta, Selasa (18/12/2018). Kelima negara itu menjadi tempat tewasnya 61 wartawan, atau lebih separuh dari wartawan yang tewas.

Berdasarkan laporan PEC, kelompok teror di Afghanistan dan kelompok kriminal di Meksiko menjadi penyebab utama kematian wartawan.

Yang di peringkat keenam adalah Amerika Serikat, dengan enam wartawan tewas oleh seorang pria bersenjata di kantor harian Capital Gazette di Annapolis pada Juni lalu. Pakistan mengikuti dengan lima wartawan.

Untuk jumlah wartawati yang tewas meningkat tajam, dari lima orang pada 2016 menjadi 16 pada di 2017. Sedangkan untuk tahun ini terdapat tujuh wartawati terbunuh.

Sedangkan untuk Irak terjadi penurunan kematian wartawan. Seperti diketahui tahun lalu terdapat sembilan wartawan tewas tahun lalu. Untuk tahun ini, terdapat satu kasus pada tahun ini.

Sementara itu, peningkatan tajam terjadi di Afghanistan, tempat wartawan yang tewas jadi dua-kali lipat dari delapan pada 2017.

Untuk diketahui sejak 2009 sampai 2018, sebanyak 1.221 wartawan dan pekerja media tewas. (ant/ari)

Berita Terkait