Dua Tahun Jadi Garda Terdepan, Dokter Ini Meninggal karena Covid-19 Sebelum Divaksinasi Booster

Selasa, 23 November 2021 16:34
int
Ilustrasi

digtara.com – Seorang dokter di Inggris, dr. Irfan Halim, meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19 setelah dua tahun menjadi garda terdepan penanganan pandemi.

Kepergian dr. Halim di Rumah Sakit Royal Brompton, London, tempat terakhirnya menghembuskan napas, menyisakan luka mendalam di hati Saila Halim, sang istri.

Bagaimana tidak, dr. Halim dinyatakan terinfeksi Covid-19 pada 10 September 2021, tepat enam hari sebelum program vaksin booster disetujui pemerintah Inggris.

Baca: Ditanya Soal Positif Covid-19 di Medan Nol, Begini Respon Wakil Wali Kota Medan

Perlu diketahui, pemerintah Inggris melalui NHS baru menyetujui dan meluncurkan vaksinasi booster pada 16 September 2021, dan dr. Halim seharusnya mendapat antrian terdepan sebagai orang yang berisiko terinfeksi karena bekerja di garda terdepan.

Dr. Halim sudah menerima vaksin dosis lengkap sejak Januari 2021, dan belum dapat perlindungan tambahan dari Covid-19, selain bermodalkan alat pelindung diri (APD) di tubuhnya.

Baca: Menkes Budi Gunadi Ungkap Varian Covid-19 Yang Sudah Menyebar di Indonesia, Apa Saja?

Padahal hampir setiap hari dokter berusia 45 tahun itu menangani pasien Covid-19, yang artinya risiko paparan viral load tubuhnya sangat tinggi terpapar virus.

“Suami saya bekerja jauh dari London, dan saya tidak yakin vaksin mana yang ia terima, tetapi ia divaksinasi lengkap dan selalu mengenakan APD lengkap ketika berada di bangsal,” ungkap Saila mengutip Daily Mail, Senin (22/11/2021).

“Ia tidak pernah mengatakan apa-apa tentang vaksin booster,” lanjutnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait