China Waspadai Penyebaran Virus Corona Saat Mudik Imlek

Sabtu, 18 Januari 2020 17:02
Warga di China mulai beraktifitas menggunakan masker. Ini dalam rangka mengantisipasi penyebaran Pneumonia jenis baru yang tengah mebawah di salah satu daerah di negeri tersebut (ilustrasi/net)

digtara.com | BEIJING – Pemerintah China tengah bersiap mengantisipasi penyebaran virus corona penyebab radang paru (pneumonia) jenis baru.

Persiapan itu dilakukan sehubungan dengan proses migrasi terbesar di dunia saat perayaan Imlek. Dimana sekira  3 miliar penduduk China dari seluruh penjuru dunia, akan pulang ke kampung halaman mereka.

Kementerian Perhubungan China mengatakan warga yang ingin mudik menggunakan moda transportasi kereta api dan pesawat melonjak tajam sebelum perayaan Imlek yang jatuh pada 25 Januari 2020 mendatang.

Kendati demikian, pemerintah China saat ini juga sedang mengantisipasi merebaknya wabah pneumonia di kawasan tengah. Sampai saat ini tercatat ada 41 orang terpapar virus corona di Kota Wuhan.

“Meluasnya penyebaran virus tersebut kemungkinan bisa menyebabkan di antara masyarakat, terutama di daerah yang akan dipadati masyarakat dalam Festival Musim Semi,” kata pakar dari Kementerian Perhubungan China, Wang Yang kepada AFP yang dikutip CNNIndonesia, Sabtu (18/1/2020).

Wang mengatakan mereka akan menempatkan alat pindai suhu tubuh di setiap bandara, stasiun dan terminal untuk mencegah penyebaran virus itu semakin meluas. Sudah dua orang meninggal akibat terjangkit virus tersebut.

Puncak masa mudik diperkirakan antara 10 Januari sampai 24 Januari. Sedangkan masa arus balik kemungkinan akan terjadi sampai 18 Februari.

[AS]

Berita Terkait