Ini Deretan Film Indonesia yang “Go Global” Tahun 2019 Ini

  • Whatsapp
Ini Deretan Film Indonesia yang “Go Global” Tahun 2019 Ini
(Salah satu adegan di Film Gundala. Film Gundala menjadi box office setelah penampilannya setelah tampil di sejumlah ajang kompetisi film internasional (ist))

digtara.com | JAKARTA – Keberagaman genre, mulai dari drama dengan isu sensitif, lalu horror dengan sudut pandang baru, hingga pahlawan super lokal, menjadi bukti perfilman nasional berhasil menunjukkan perkembangan. Baik dari sisi cerita, hingga visualisasi yang makin kreatif.

Itu pula yang membuat karya-karya film anak bangksa kini dikenal lebih luas di mancanegara. Sejumlah film buatan sineas lokal pun sukses membawa nama harum Indonesia di ajang internasional.

Berikut lima film nasional yang berhasil membanggakan Indonesia, seperti dilansir Antara, Sabtu (21/12/2019):

Muat Lebih

Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body)

Kucumbu Tubuh Indahku atau Memories of My Body tayang perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-75 pada awal September 2018.

Meski sempat menuai kontroversi di dalam negeri, film arahan sutradara Garin Nugroho ini berhasil meraih penghargaan Venice Independent Film Critic 2018. Kemudian Film Terbaik di Festival Des 3 Continents 2018, dan Asia Pacific Screen Awards 2018.

Kucumbu Tubuh Indahku juga mewakili Indonesia dalam daftar panjang kategori Film Fitur Internasional Terbaik di Academy Awards 2020.

Pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2019, Mohammad Khan yang menjadi aktor utama sukses meraih penghargaan Aktor Terbaik. Film ini bercerita tentang insekuritas dalam menerima diri sendiri dari perspektif penari Lengger.

27 Steps of May

Film ini pertama kali tayang di festival film internasional, tepatnya Busan International Film Festival 2018. Film ini juga telah mengikuti berbagai festival film internasional. Sseperti Cape Town Film Festival di Afrika Selatan dan Goteborg Film Festival di Swedia.

Dibintangi Raihanun dan Lukman Sardi, 27 Steps of May meraih penghargaan Film Terbaik (Golden Hanoman Award) kategori Film Panjang Asia terbaik di Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada November 2018.

Lebih lanjut, film ini juga mendapat penghargaan internasional di ajang The 3rd Malaysia Golden Global Awards (MGGA 2019), Malaysia International Film Festival, Juli 2019, serta memboyong 2 penghargaan.

27 Steps of May bercerita tentang May (Raihanun), korban pelecehan seksual yang mengalami trauma berat sejak usia 14 tahun. Film ini sempat bersaing dengan Kucumbu Tubuh Indahku untuk mewakili Indonesia dalam ajang Piala Oscar 2020 di kategori Film Fitur Internasional Terbaik.

Gundala

Film Gundala, yang dirilis pada 29 Agustus 2019, sukses menembus angka 1 juta penonton dalam pekan pertama penayangannya di bioskop dalam negeri.

Film yang dibintangi oleh Abimana Aryasatya ini diadaptasi dari cerita karakter pahlawan super Indonesia tahun 1969, yang dibuat oleh Harya Suraminata. Genre ini terbilang sudah jarang diproduksi oleh sineas lokal.

Gundala juga ditetapkan sebagai awal kisah Jagat Sinema Bumilangit (JSB) dan merupakan film Indonesia pertama yang menggunakan tata suara Dolby Atmos.

Tak hanya besar di negara sendiri, Gundala ikut ditayangkan di kategori Midnight Madness di Festival Film Toronto 2019. Tak main-main, kategori itu turut menampilkan sejumlah film bergengsi lainnya seperti ThGundalae Capote Tapes (Ebs Burnough), The Cave (Feras Fayyad), Citizen K (Alex Gibney), hingga Joker (Todd Phillips).

(The Science of Fictions)

Judul film ini mungkin tak seakrab di telinga seperti tiga film sebelumnya. Namun, prestasi yang diraihnya tak setengah-setengah.

Film garapan sutradara muda Yosep Anggi Noen ini berhasil menembus sejumlah festival film internasional tahun ini. Seperti Film Festival Busan dalam program “A Window on Asian Cinema” pada Oktober. Serta di Festival Film Internasional Tokyo yang masuk dalam program “World Focus” pada November.

Sebelumnya, film Hiruk Pikuk Si-Alkisah juga telah tayang perdana dan memenangkan Special Mention Award di Locarno International Film Festival.

Film itu melibatkan sederet aktor seperti Gunawan Maryanto yang aktif di teater, Yudi Ahmad Tajudin, Lukman Sardi. Lalu Ecky Lamoh, Alex Suhendra, Marissa Anita, Rusini, dan Asmara Abigail. Rencananya, film ini akan tayang di Indonesia pada tahun depan.

Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore) dan Folklore: A Mother’s Love

Film horor/thriller Perempuan Tanah Jahanam berhasil menembus Festival Film Sundance 2020, tepatnya di kategori MIDNIGHT. Film internasional lain yang juga bakal ditayangkan di kategori tersebut adalah Amulet karya Romola Garai dari Inggris. Serta dua film Amerika Serikat Bad Hair dan The Night House yang masing-masing disutradarai Justin Simien dan David Bru

Adapun Folklore: A Mother’s Love, yang juga diproduksi Joko Anwar seperti halnya Impetigore, telah diputar dalam ajang Tokyo International Film Festival 2019, bersama The Science of Fictions dan Foxtrot Six.

Film tersebut merupakan 1 dari 6 film garapan HBO yang mengangkat tema hantu legenda dari Asia Tenggara. Film tersebut dibintangi aktor ternama Indonesia, seperti Marissa Anita dan Muzakki Ramdhan.

[ANT/AS]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan