White Tiger, Ketika Underdog Menentukan Takdirnya Sendiri

  • Whatsapp
white tiger
Cupliklan film White Tiger yang sudah tayang di Netflix 22 Januari 2021 (dnaindia/digtara)

digtara.com – Secara universal, mayoritas orang-orang sangat suka kisah underdog. Seseorang yang awalnya bukan siapa-siapa dan tak punya apa-apa, lantas dalam perjalanan hidupnya menjadi sukses setelah melewati berbagai rintangan. white tiger

Cerita macam itu memberikan harapan, pencerahan dan motivasi seolah-olah segalanya mungkin terjadi dalam kehidupan nyata.

Memiliki ide serupa, namun film persembahan Netflix “White Tiger” tampaknya memiliki alur jauh lebih pelik daripada “Slumdog Millionaire” (2008) yang menyabet delapan piala Oscar pada 2009, termasuk Film Terbaik.

Muat Lebih

Sementara “Slumdog Millionaire” merayakan kesuksesan sang operator telepon Jamal Malik dalam meraih sukses lewat kuis “Who Wants to be Millionaire” sekaligus memenangkan hati pujaan hati Latika, “White Tiger” menyeret pemirsa ke pusaran kisah Balram dalam meraih sukses dengan cara yang lebih kelam.

Diadaptasi dari novel karya Aravind Adiga yang rilis tahun 2008 dan menyabet penghargaan Man Booker Award dan New York Times Bestseller, “White Tiger” mengisahkan perjalanan hidup Balram Halwai (Adarsh Gourav), pemuda yang tumbuh dalam kemiskinan, di sebuah desa terpencil di India bernama Gaya.

Sejak kecil, Balram terbiasa menghabiskan hari di rumahnya yang sempit bersama orangtua, nenek, serta sanak saudaranya laki-lakinya.

Kepedihan Jadi Tontonan Menyenangkan

Dibesut oleh sutradara Amerika keturunan Iran Ramin Bahrani, yang sebelumnya menggarap film-film berbiaya rendah namun ciamik seperti “Man Push Cart” (2005) dan “Goodbye Solo” (2008), Bahrani menyulap novel debut karya Aravind Adiga yang dark soal perbudakan, kelas sosial, korupsi, dan ambisi di India abad ke-21 menjadi film yang sangat menyenangkan.

Bahrani membuka kisah “White Tiger” versi dia dengan sebuah latar waktu sekira tahun 2010 di Bangalore, India di mana seorang pengusaha perlente Balram Halwai menulis surat untuk Perdana Menteri China Wen Jiabao yang hendak berkunjung ke India kala itu.

Dalam surat kepada Jiabao, Balram mengungkapkan keinginannya untuk bertemu. Dia menjelaskan bahwa dia adalah seorang entepreneur sukses.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *