Wouw ! Inilah Penyebab Tarif Prostitusi Artis Super Mahal

Selasa, 08 Januari 2019 15:59

digtara.com | JAKARTA – Pasca terungkap kasus prostitusi online yang menjerat artis bahenol Vannesa Angel Banyak yang mengatakan bahwa prostitusi adalah profesi tertua di dunia.

Pengamat sosial dari vokasi Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai ada beberapa faktor yang membuat seseorang memilih memuaskan hasratnya dengan menyewa jasa layanan prostitusi ketimbang dengan pasangan resmi.

Bahkan, dalam beberapa kasus, tak sedikit yang rela merogoh kocek dalam jumlah fantastis demi bisa berkencan dengan mereka yang berasal kalangan artis.

Devie mengungkapkan, hal itu terjadi karena ada perasaan berbeda ketika menyewa jasa oknum artis.

Menurut Devie, simbol artis adalah orang-orang yang berada di kelas tertentu, kelas sosial yang tinggi karena jadi perhatian publik. Kemudian ada perasaan kekaguman terhadap mereka dan mendapatkan kesempatan bisa berkencan dengan mereka menjadi hal yang penting bagi sebagian orang.

“Untuk itu ada harga yang harus dibayar, bisa mahal hanya untuk mencoba PSK (pekerja seks komersial) tertentu. Lain hal lagi, ada faktor misalnya, secara sosiologis gaya hidup bebas yang sudah jadi norma baru karena proses kebiasaan melihat di media bergonta-ganti pasangan atau gaya hidup bebas,” katanya saat dihubungi pada Senin, 7 Januari 2019.

Praktik ini, kata Devie dianggap gaya hidup baru. Ini lah di antaranya yang mendorong seseorang menjadi konsumen PSK. Namun demikian, Devie menegaskan, dirinya enggan memberikan kesimpulan atas kasus yang terjadi pada oknum artis belakangan ini.

“Kalau untuk kasus yang sekarang ini kan masih dugaan, karena sampai hari ini sang artis belum terbukti sebagai pelaku,” ucapnya.

“Yang saya ingin tekankan bahwa hal ini bukan hanya dilakukan profesi tertentu. Sekarang bisa dilakukan oleh siapa pun. Kebetulan ada dugaan artis tertentu, jadi pembicaraan publik,” ujar Devie.

Menurut Devie, justru yang harus jadi perhatian media adalah, siapa pun, usia berapa pun, dengan latar belakang dan profesi serta pendidikan apa pun, seseorang bisa saja memilih jalan pintas untuk meraup keuntungan dengan menjadi PSK. Salah satu faktor pemicunya adalah kemudahan mengakses internet.

Prostitusi online jauh lebih efektif karena identitas yang bersangkutan dapat disamarkan dan tidak harus memiliki hot spot atau lokalisasi.

“Paling tidak ini terjadi di Eropa. Saya yakin ini juga terjadi di negeri ini. Karena online tersebut. Orang jadi pemain independent tanpa perlu muncikari dan lain-lain,” ujarnya seperti dilansir antara.

Berita Terkait