Tiga Tahun Kasus Kematian Edi Sutrisno Belum Terungkap, Keluarga Berharap Polres Binjai Tangkap Pelaku

Sabtu, 23 April 2022 23:10
ilustrasi

digtara.com – Tiga tahun sudah berlalu, kasus kematian Edi Sutrisno, pria asal Pekanbaru yang tewas dianiaya di Dusun Permadi, Pasar III Padang Cermin Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat belum juga terungkap. Kini, keluarga menuntut keadilan.

Peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan Edu Sutrisno meninggal terjadi pada Jum’at (15/2/2019) lalu.

Meski sudah 3 tahun peristiwa ini dilaporkan kepada pihak Polres Binjai, namun para pelaku belum juga ditangkap dan jadi tersanhka.

Padahal sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Bahkan informasinya, saat itu pihak kepolisian sudah menahan 6 orang. Namun hanya dua hari di sel, keenam orang tersebut dibebaskan.

Menurut keterangan dari keluarga korban yang identitasnya tak ingin disebutkan, kasus pembunuhan ini sudah dilaporkan sejak Tahun 2019 lalu di Polres Binjai dengan nomor LP/09/II/2019/ Polres Binjai.

“Sudah kita laporkan secara resmi. Namun sampai saat ini laporan kita jalan di tempat,” ujar salah seorang keluarga korban, Sabtu (23/4/22) sore.

Kejadian ini berawal ketika korban Edi Sutrisno datang dari Pekanbaru dan bertemu dengan temannya berinisial ST, warga Dusun Permadi, Pasar III Padang Cermin, Kabupaten Langkat.

“Kamis (14/2/2019), ST bersama Edi Sutrisno (korban) tiba di warung minuman Kombes yang berada di pasar IV Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat berboncengan mengendarai sepeda motor,” terang pihak keluarga.

Tiba di lokasi, ternyata warung itu sudah tutup dan hanya ada tiga orang yakni EC selaku penjaga malam dan satu orang laki-laki bersama teman wanitanya.

Karena warung minuman tersebut tutup, ST meminta kepada penjaga malam untuk keluar membeli minuman. Setelah menerima uang dari ST, EC pun pergi dan tak lama berselang, EC kembali dengan membawa minuman beralkohol.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait