Takut Teror Bandar Sabu di Patumbak, Ibu Korban: Kami Mengungsi ke Gunung

Kamis, 07 Oktober 2021 10:37
mag-03
Khairunisa dan anaknya Fandi

digtara.com – Khairunisa mendesak aparat kepolisian menuntaskan kasus penculikan dan penganiayaan terhadap anaknya Fandi Wahyudi (22). Ia dan keluarga bahkan terpaksa mengungsi ke daerah pegunungan karena takut dengan teror pelaku yang diduga bandar sabu.

Fandi diduga menjadi korban penculikan orang bernama Andi dan Daniel. Andi dikenal di Desa Lantasan Baru, Patumbak, Deliserdang sebagai bandar sabu. Sementara Daniel terkonfirmasi sebagai anggota TNI disersi.

Penculikan dan penganiayan terhadap Fandi diduga karena dirinya dianggap kibus atau informan.

Baca: Korban Penganiayaan dan Penculikan di Deliserdang Akhirnya Berbicara: Saya Dituduh Jadi Kibus

“Anak saya sebelumnya tidak pernah bermasalah sama si Andi ini, cuma lantaran dia dituduh jadi kibus makanya dendam si Andi sama anak saya,” ucap Khairunisa kepada digtara.com, Kamis (07/10/2021).

Khairunisa pun mengatakan awal mula permasalahan Andi dengan anaknya karena sebelumnya ada pengusaha pantai didaerahnya yang anaknya ditangkap gara gara sabu.

“Nah kebetulan anaknya ini temannya si Fandi, jadi dipikir si Andi anak saya yang jadi kibus padahal bukan, ada anggota bapak si anak itu yang mainkan (Melaporkan),” ucapnya lagi.

Ibu korban juga menambahkan bahwa Andi adalah pengedar sabu-sabu dikawasan pantai Kasan dan dia sudah lama menjadi bandar, dan sudah beberapa kali juga masuk penjara kasus dengan yang sama.

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait