Tak Kunjung Diberangkatkan ke Yerusalem, Warga Pancurbatu Lapor Polisi

  • Whatsapp
Tak Kunjung Diberangkatkan ke Yerusalem, Warga Pancurbatu Lapor Polisi
Naga Raya Sinaga, korban penipuan yang dijanjikan berangkat ke Yerusalem. (Alfiansyah)

digtara.com – Seorang warga bernama Naga Raya Sinaga (29), melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Medan, Selasa (24/11/2020).

Warga Komplek Peruamahan Griya Permata, Jalan H.M. Puna Sembiring, Kecamatan Pancurbatu, Deliserdang itu melaporkan dugaan penipuan yang dia alami. Sementara terlapor adalah seorang perempuan berinisial EL, yang menjanjikan akan membantu pengurusan keberangkatan Naga untuk wisata rohani ke Yerusalem.

Naga mengaku telah menyerahkan uang senilai Rp.69,3 juta kepada EL untuk diberangkatkan. Namun sejak 7 Januari 2020 janji keberangkatan disampaikan, hingga hari ini ia tak kunjung berangkat.

Muat Lebih

“Janjinya kami berangkat tanggal 7 januari 2020. Namun tidak tahu alasannya mereka katakan diundur tanggal 10 Januari 2020. Pada tanggal 9 Januari kami sempat disuruh berangkat ke Jakarta. Sampai di sana kami ingin menginap di hotel, tapi kami dipaksa menginap dirumahnya,” ujar Naga kepada digtara.com.

BACA JUGA: Namanya Dipakai untuk Modus Penipuan, Seorang Pria Membuat Laporan ke Kantor Polisi

Naga mengatakan, setibanya di Jakarta ia menagih janji EL tentang keberangkatannya ke Yerusalem. Namun EL beralasan tidak bisa memberangkatkan lantaran sedang terjadi perang antara Iran dan Amerika.

“Keesokan harinya pada tanggal 10 Januari 2020 saya tanya mana tiket kami, jam berapa kami berangkat kebandara, disitu diberkata kita di coba Tuhan Pak. Tidak jadi berangkat dikarenakan perang Iran Amerika, sementara tiket dan lain sebagainya tidak ada,” katanya.

Lebih lanjut, Naga menyebutkan EL hanya menunjukkan bukti transfer sejumlah uang kepada temannya bukan ke travel.

“Karena tidak ada kejelasan saya bilang ingin melaporkan kepada polisi. Namun dia (pelaku) tidak mau dan menyebutkan bahwa dia (pelaku) juga menjadi korban penipuan oleh travel keberangkatan,” sebut Naga.

Kemudian, setelah itu Naga pulang ke Medan dan menghubungi kembali, namun EL tidak merespon.

“Saya datangi dia (Pelaku) cuma menjawab kita hanya bisa menunggu tidak bisa uang kembali. Akhirnya bulan Mei 2020 saya melapor ke Polda Sumut, setelah dari sana dilimpahkan ke Polrestabes Medan,” ujarnya.

Naga juga menceritakan kejadian tersebut terjadi dari bulan Desember 2019 dan sudah melakukan cicilan selama empat kali cicilan kepada EL.

“Empat kali cicilan sejak Desember 2019. Sehari pernah ada dua kali tansaksi, pertama Rp 33,550 dan Rp 20 juta, setoran ke tiga Rp 10 juta, tanggl 2 Desember 2019 dan Rp 7 juta pada 9 Desember 2019 rekening,” tukasnya.

Naga dan keluarga berharap agar permasalahan ini cepat terselesaikan dan tidak ada korban lagi.

“Harapan kami agar hukum segera ditegakkan, terutama harapan supaya tidak ada lagi korban berikutnya, mengingat orang tua saya sudah 62 tahun, awalnya uang tersebut hasil mengumpulkan dari anak-anaknya nyicil untuk berangkat kesana,” tandasnya.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan