Tahanan Tewas dalam Sel, Kapolres Sumba Barat Akui Adanya Penganiayaan Oleh Polisi, Tapi..

Senin, 10 Januari 2022 12:52
ist
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto dan tim Forensik saat menjelaskan hasil penyeliikan kasus meninggalnya DPO dalam sel Polsek

digtara.com – Misteri penyebab kematian Arkin Anabira (22), tahanan Polres Sumba Barat akhirnya terkuak. Polisi mengakui adanya penganiayaan terhadap korban. Tapi korban tewas bukan karena hal tersebut.

Arkin ditemukan meninggal di sel Polsek Katikutana, Kabupaten sumba Barat, NTT, 9 Desember 2021 lalu.

Kematiannya viral setelah keluarga mengungkap adanya begitu banyak bekas penganiayaan di tubuh korban.

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto memastikan kalau Arkin meninggal di depan kamar mandi dalam sel Polsek Katikutana.

“Memang benar, ada penganiayaan. Ini sesuai hasil visum dan otopsi serta pengakuan 4 anggota kami yang saat itu menganiaya Arkin,” ujar Kapolres Sumba Barat, Senin (10/1/2022).

Arkin diduga terpeleset di depan kamar mandi dalam sel dan kepala terbentur di tiang.

“Penyebab kematian bukan karena penganiayaan tetapi karena benturan anggota tubuh dan sesak pernafasan,” ujar Kapolres Sumba Barat.

Ahli forensik dari Bid Dokkes Polda NTT, dokter Edy Syahputra Hasibuan, SpF menjelaskan secara rinci hasil visum luar dan otopsi.
Visum dan otopsi dilakukan pada 14 Desember 2021 selama 2 jam.

“Kita lakukan pemeriksaan luar dan dalam,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan dokter

Laman: 1 2 3

Berita Terkait