Pria Pekalongan Dianiaya Polisi, Pengacara Ungkap Sederet Kejanggalan dalam Penetapan Tersangka

Jumat, 29 Juli 2022 21:14
ist
Pengacara korban penganiayaan polisi dan foto kepala korban penganiayaan

digtara.com – Keluarga korban penganiayaan anggota polisi melalui kuasa hukum Irwansyah Putra Nasution SH mengungkap sederet kejanggalan dalam penetapan tersangka terhadap Alfian atau AF.

Mulai dari tidak diterimanya laporan mereka hingga penetapan tersangka dan penahanan.

Irwansyah Putra Nasution SH menilai ada yang tidak benar dengan mekanisme penetapan tersangka tersebut.

“Kami menduga penyidikan yang dilakukan Polres Bojong dengan menetapkan klien kita sebagai tersangka dan dilakukan penahanan, itu tidak benar. Sehingga kita melaporkan kembali oknum terduga pelaku berpangkat brigadir itu dan adiknya ke Polda Jateng,” ungkap Irwansyah kepada wartawan di Polda Jateng, Jumat (29/7/2022)

Irwansyah menuturkan, kasus ini berawal pada 24 juli 2022 sekira pukul 10.30 malam. Alfian dan temannya datang ke rumah terduga pelaku untuk menagih hutang.

“Tapi dia bukan debt collector, hutangnya juga kecil. Tapi tanpa sebab klien kita dipukul menggunakan tongkat,” ucap Irwansyah yang akrab disapa Ibe.

Alfian, jelas Ibe, dipukul di bagian kepala hingga luka robek dengan
tongkat yang teregistrasi sebagai alat yang digunakan polri.

Anehnya kliennya yang dipukul tapi klien malah dilaporkan ke Polsek Bojong.

Pada saat yang sama, Alfian dan keluarga melaporkan ke Polsek Bojong malah tidak diterima dengan alasan sudah ada laporan dari polisi berpangkat brigadir yang bertugas di Polres Batang.

“Karena laporan klien dan keluarga tidak diterima, maka kita berinisiatif melaporkan terduga pelaku dan adiknya ke Polda Jawa Tengah,” tutur Ibe.

Laman: 1 2

Berita Terkait