PON Papua, Bonus Samar-samar dan Prestasi Atlet Sumut di Titik Nadir

Jumat, 15 Oktober 2021 10:12
ist
Gubsu Edy Rahmayadi saat memberikan semangat para atlet Sumut

digtara.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) tak cuma ajang prestasi, tapi juga pertaruhan gengsi daerah. Bila bicara gengsi, apapun dipertaruhkan termasuk guyuran uang dalam wujud bonus. Lantas sejauh mana bonus bisa mendongkrak prestasi sebuah daerah?

Di ajang PON XX, Gubernur Papua menjanjikan bonus Rp 1 miliar bagi peraih medali emas perseorangan, sementara Gubernur Kepulauan Riau menjanjikan Rp 350 juta, dan Gubernur NTB Rp 300 juta untuk sekeping medali emas.

Tapi banyak daerah termasuk Sumatera Utara yang nilai bonusnya masih samar-samar. Mungkin bagi daerah seperti Jawa Barat, DKI maupun Jawa Timur yang secara manajemen pembinaannya lebih baik, tak perlu cara instan seperti bonus untuk mendongkrak prestasi.

Jawa Barat misalnya, tidak memerinci nilai bonus peraih medali, namun sudah menganggarkan bonus senilai Rp300 miliar. Hasilnya, mereka mampu menjadi juara umum PON dengan 133 emas, 105 perak dan 115 perunggu (total 353 medali).

Namun bagi beberapa daerah seperti Sumut, bonus yang kongkrit semestinya sudah muncul sejak jauh-jauh hari. Contohnya, pada PON Jabar 2016, peraih emas dijanjikan Rp200 juta. Hasilnya, Sumut masih bisa bertahan di posisi 9 besar dengan 16 medali emas 17 perak 33 perunggu.

Jelang PON Papua, banyak janji bonus, namun tidak secara blak-blakan menyebutkan angka. Bagi orang Sumut, kepastian itu penting. Bukan soal jumlahnya saja, tapi berangkat ke ‘medan tempur’ tanah Papua harus dengan sebuah kepastian.¬†Bukan tiba di arena dengan segudang tanya, apa dan berapa yang akan saya dapat setelah emas di genggaman?

PON bukan ajang profesional. Profesionalisme memastikan seorang atlet dibayar berdasarkan keringat yang ia kucurkan. Tapi PON tak menyediakan hadiah atau bayaran dari lelah Anda. PON adalah ajang jackpot. Sekali juara, seorang atlet akan punya materi yang cukup untuk membayar semua jerih payah selama bertahun-tahun.

PON soal medali emas! Bahkan perak pun terkadang tak dianggap, apalagi yang hanya sekadar peringkat keempat atau semifinalis.

Karena itu, buat apa membawa banyak atlet ke ajang itu jika prestasinya kita sudah tahu. Buat apa membawa para penggembira yang tak punya asa juara. Sebab, anggaran miliaran bakal terbuang percuma.

Bonus Tak Hanya Uang, Tapi Masa Depan

Laman: 1 2 3

Berita Terkait